Volkswagen Ungkap Ambisi 2030 di China: Elektrifikasi dan Inovasi



TL;DR
  • Volkswagen China ingin menjadi pemimpin EV di China pada 2030.
  • Mereka akan tawarkan 30 model listrik dan kuatkan mobil ICE.
  • Rencana mereka termasuk integrasi teknologi inovatif pada produk.
Volkswagen Ungkap Ambisi 2030 di China: Elektrifikasi dan Inovasi - the picture via: carnewschina - pibitek.biz - AI

the picture via: carnewschina


336-280

pibitek.biz - Pada konferensi media pada 25 Januari lalu, Volkswagen Group China, yang mencakup kemitraan dengan SAIC dan FAW, resmi mengumumkan target ambisiusnya untuk tahun 2030. Meskipun menghadapi tantangan di pasar domestik pada 2023, produsen mobil ini melaporkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,6%, mengirimkan 3,236 juta kendaraan di China dan menduduki peringkat kedua dalam penjualan. Penjualan mobil listrik (EV) menjadi pekerjaan rumah bagi Volkswagen.

Pada 2023, VW hanya menjual sekitar 155.500 mobil listrik seri ID. Untuk perbandingan, GAC Aion China menjual lebih dari 480.000 mobil, Tesla lebih dari 600.000 kendaraan di China, Li Auto mengirimkan lebih dari 370.000, bahkan Nio, merek EV high-end, menjual hampir 160.000 unit.

Namun, penjualan Volkswagen ID.7 pada November hanya mendapatkan 300 pesanan 72 jam setelah pra-penjualan dimulai. Melangkah ke tahun 2024, Volkswagen Group berkomitmen untuk mempercepat transformasinya dan mempertahankan kepemimpinannya di era kendaraan terhubung cerdas.

Sebagai bagian dari strateginya, Volkswagen berencana menawarkan 30 model bahan bakar lokal dan hibrida pada 2027, memperkuat dorongannya ke mobil listrik. Pada 2030, perusahaan bertujuan menyediakan minimum 30 model listrik murni di pasar China. ID.3 dan ID.4 yang baru diperbarui adalah contoh dari tujuan listriknya. Selain itu, Volkswagen Group akan memanfaatkan teknologi produsen China lainnya dan berencana menggunakan arsitektur E/E Xpeng untuk memproduksi dua model listrik di pasar China pada 2026. Selain ambisi listriknya, Volkswagen Group berencana memperkuat posisinya di pasar mesin pembakaran dalam (ICE).

Perusahaan berencana meningkatkan produk ICE utamanya dengan teknologi canggih dalam beberapa tahun mendatang. Volkswagen Group akan mengintegrasikan teknologi inovatif ke dalam produknya dengan memperkenalkan fitur bantuan mengemudi, kokpit pintar, sistem navigasi in-car baru, dan asisten berbasis AI yang disesuaikan untuk pasar China. Langkah ini bertujuan meningkatkan kecerdasan keseluruhan produk mereka.

Volkswagen Group akan terus memperluas lini kendaraan ICE-nya, secara bertahap beralih ke sumber energi baru dengan mengembangkan teknologi hibrida. Strategi Volkswagen di China mencakup pendekatan komprehensif yang mencakup elektrifikasi dan peningkatan produk mesin pembakaran tradisional. Komitmen perusahaan terhadap inovasi dan adaptasi terhadap lanskap otomotif yang berkembang menunjukkan tekadnya untuk memainkan peran utama di masa depan pasar China.