Mengapa Apple Vision Pro Mahal Banget? Ini Jawabnya



TL;DR
  • Apple Vision Pro adalah headset VR paling canggih dengan resolusi layar super tinggi.
  • Harganya mahal karena resolusi 3660x3200 piksel per mata.
  • Konektor baterai khusus dan sulit untuk diperbaiki.
Mengapa Apple Vision Pro Mahal Banget? Ini Jawabnya - picture from: techradar - pibitek.biz - Baterai

picture from: techradar


336-280

pibitek.biz - Apple Vision Pro adalah headset VR yang paling canggih saat ini. Tapi harganya juga bikin kaget. Di AS, headset ini dijual seharga 3.500 dollar AS atau sekitar 50-an juta rupiah. Di luar AS, harganya bisa lebih tinggi lagi. Ada yang jual sampai 6.300 dolar AS atau sekitar 90-an juta rupiah. Kenapa sih headset ini mahal banget? Salah satu alasan utamanya adalah resolusi layarnya yang super tinggi. Tim iFixit yang ahli dalam membongkar perangkat elektronik baru saja merilis laporan kedua tentang Apple Vision Pro.

Mereka menemukan bahwa setiap mata di headset ini memiliki resolusi 3660×3200 piksel. Itu artinya, setiap mata mendapat sekitar 11,4 juta piksel. Totalnya, ada 23 juta piksel di seluruh layar.

Resolusi ini jauh lebih tinggi daripada headset VR lainnya. Misalnya, Meta Quest 3 yang harganya cuma USD 299 atau sekitar 4 jutaan rupiah. Headset ini cuma punya resolusi 1832×1920 piksel per mata.

Atau HTC Vive Pro yang harganya USD 799 atau sekitar 11 juta rupiah. Headset ini cuma punya resolusi 1440×1600 piksel per mata. Dengan resolusi yang sangat tinggi, Apple Vision Pro bisa memberikan pengalaman visual yang luar biasa.

Gambar yang ditampilkan sangat jelas dan tajam. Tidak ada efek "screen door" atau seperti melihat layar melalui lubang-lubang kecil. Ini adalah salah satu faktor yang membuat Apple Vision Pro mahal banget.

Tapi bukan itu saja. Ada juga faktor lain yang membuat headset ini mahal. Misalnya, baterainya yang menggunakan konektor khusus ala Apple. Konektor ini dibuat karena baterai headset ini memiliki tegangan yang tinggi. Ini karena headset ini membutuhkan daya yang besar untuk menjalankan layar dan prosesor yang canggih. Konektor khusus ini membuat headset ini tidak bisa pakai baterai dari pihak ketiga.

Jadi, kalau baterainya rusak, harus beli yang baru dari Apple. Ini juga menambah biaya perawatan headset ini. Selain itu, headset ini juga sulit untuk diperbaiki.

IFixit memberikan skor perbaikan 4 dari 10 untuk headset ini. Beberapa komponen seperti earpiece, tali, dan segel cahaya bisa dilepas dan diganti. Tapi, kaca depan dan layar OLED tidak bisa diperbaiki.

Begitu juga dengan baterainya yang disegel rapat. IFixit mengatakan bahwa laporan mereka adalah gambaran tentang bagaimana Apple Vision Pro bekerja di dalam. Ada banyak detail menarik yang bisa dibaca di blog mereka.