Mozilla Serang Microsoft Soal Kecurangan Browser Edge



TL;DR
  • Mozilla menyalahkan Microsoft karena menghalangi kebebasan pengguna dalam memilih browser default di Windows.
  • Microsoft menggunakan trik-trik licik seperti UI dan iklan yang menyesatkan untuk menguasai pasar browser.
  • Komisi EU menyebut Microsoft, Google, dan Apple sebagai gatekeeper dalam industri tersebut.
Mozilla Serang Microsoft Soal Kecurangan Browser Edge - picture from: softpedia - pibitek.biz - Google

picture from: softpedia


336-280

pibitek.biz - Perang browser masih terjadi di tahun 2024. Pengguna punya selera dan keinginan berbeda soal browser yang dipakai di perangkat mereka. Google Chrome dan Microsoft Edge mungkin jadi browser paling populer, tapi apakah itu karena pilihan atau rekayasa? Mozilla bilang kalau itu karena rekayasa, dan menyalahkan Microsoft.

Menurut Mozilla, pengguna tidak punya kebebasan untuk pakai browser apa saja sebagai default di Windows. Mozilla minta Harry Brignull dan Cennydd Bowles, bersama peneliti dan ahli lain, untuk selidiki masalah ini. Hasilnya, Microsoft tampaknya main kotor dengan menghalangi kebebasan pilih browser default di Windows (via TechRadar).

Dalam laporan "Over the Edge: The Use of Design Tactics to Undermine Browser Choice", peneliti tunjuk bagaimana Microsoft naikkan pamor Edge di seluruh sistem operasinya, dan bikin pesaingnya kalah saing. Laporan itu juga sebut trik-trik licik yang dipakai Microsoft untuk kuasai pasar browser, seperti UI dan iklan yang menyesatkan, notifikasi yang bikin was-was dan kayak peringatan sistem, dan lain-lain. Microsoft, Google, dan Apple adalah beberapa perusahaan yang disebut sebagai gatekeeper oleh Komisi EU tahun lalu.

Microsoft masuk daftar karena Windows dan LinkedIn, dan Google karena Chrome dan mesin pencarinya. Komisi EU kasih waktu enam bulan buat gatekeeper ini patuh sama DMA; kalau nggak, bakal kena denda dan sanksi. Salah satu syarat di DMA adalah perusahaan-perusahaan ini harus bikin layanan mereka bisa saling terhubung.

Yang menarik, Bing milik Microsoft awalnya juga disebut sebagai layanan gatekeeper, tapi Microsoft bantah kalau mesin pencari itu belum cukup besar buat masuk kategori itu. Komisi EU teliti hal ini dan baru-baru ini simpulkan kalau Bing dan Edge nggak cukup dominan di pasar digital, jadi bebas dari aturan DMA. Mozilla berharap kalau aturan DMA buat Edge bisa kasih ruang buat Firefox buat bersaing secara adil.

Tapi ternyata, peluang itu hilang begitu saja. CEO Microsoft, Satya Nadella, punya pendapat sama soal pencarian, dan bilang kalau Google nggak adil sama Bing. Ini bukan kali pertama kita dengar soal Microsoft yang maksa pengguna pakai browser dan mesin pencari mereka.

Akhir tahun lalu, ada pengguna yang mau download Google Chrome pakai Edge, tapi disuruh isi survei dulu tentang alasan mereka mau coba browser lain. Belum lagi waktu Microsoft sengaja pasang iklan di halaman download Google Chrome, mungkin buat cegah pengguna pindah. Apalagi Windows 11 dan 10 udah bawa Edge dari sononya.