Sony Ingin Buat Teman Kompilasi AI Pakai Perilaku Pemain



TL;DR
  • Sony mengajukan paten untuk menciptakan teman game AI berdasarkan perilaku pemain.
  • Paten tersebut bertujuan untuk meningkatkan interaksi antara karakter AI dan pemain.
Sony Ingin Buat Teman Kompilasi AI Pakai Perilaku Pemain - image from: dualshockers - pibitek.biz - Musik

image from: dualshockers


336-280

pibitek.biz - Sony telah mengajukan paten baru yang bertujuan untuk menciptakan teman kompilasi yang dikendalikan oleh AI dan dapat mengubah perilakunya berdasarkan tindakan pemain. Sony selalu berupaya meningkatkan platform game-nya melalui fitur-fitur baru yang menjanjikan, seperti kemampuan untuk memutar kembali momen cerita dan permainan tertentu atau menjaga privasi pemain saat melakukan panggilan suara dan video selama sesi bermain God of War Ragnarok atau Marvel's Spider-Man 2. Salah satu aspek permainan yang selalu memiliki ruang untuk perbaikan adalah penggunaan karakter pendamping yang dikendalikan komputer.

Permainan berbasis tim seperti Suicide Squad: Kill the Justice League biasanya memiliki karakter CPU sebagai anggota tim saat pemain memilih untuk bermain sendiri, bahkan judul-judul yang fokus pada pemain tunggal seperti God of War Ragnarok terkadang memiliki karakter sekunder yang membantu pahlawan dalam beberapa bagian. Meskipun rekan tim bukan pemain ini dapat membantu dalam memecahkan teka-teki atau mengalahkan musuh yang sulit, membuat mereka berhasil mereplikasi apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh manusia dalam skenario ini adalah tantangan yang selalu ada bagi para pengembang.

Sony mungkin sedang mencari cara untuk meningkatkan perilaku karakter non-pemain menggunakan AI, menurut paten terbaru yang diajukan. Dokumen ini menggambarkan model AI yang akan memantau perilaku pemain dan kemudian membuat model AI lokal berdasarkan tindakan tersebut. Secara teoritis, ini akan menghasilkan karakter teman yang dikendalikan AI yang berperilaku seperti pemain, yang pada gilirannya dapat menghasilkan interaksi yang lebih otentik antara teman-teman tersebut dan pengguna manusia di balik kontroler.

Penggunaan AI untuk mereproduksi komponen penting seperti karya seni dan pengisi suara tetap menjadi topik yang sangat kontroversial dalam game, tetapi Sony telah mencoba mengimplementasikannya dengan cara lain selama beberapa tahun terakhir. Pada bulan Februari tahun lalu, perusahaan ini mengajukan paten untuk sistem AI yang akan merekomendasikan musik untuk didengarkan oleh pemain berdasarkan pilihan sebelumnya. Sebelum itu, Sony mengajukan dokumen yang menggambarkan program semacam "pelatih" untuk membantu pemain mengelola inventaris mereka dalam judul-judul seperti God of War Ragnarok atau Horizon Forbidden West.

Ini hanya beberapa cara di mana AI dapat membantu meningkatkan pengalaman bermain game, dan Sony tampaknya tertarik untuk menggunakannya untuk menciptakan karakter teman yang lebih otentik dan membantu dalam permainan tunggal atau berbasis tim. Seperti semua paten, pengajuan terbaru ini mungkin tidak menghasilkan apa pun, tetapi ini menggambarkan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan mitra yang dipandu oleh CPU yang sering kali menjadi andalan pemain dalam pertempuran sengit. Sony Ingin Ciptakan Teman Game AI Berdasarkan Perilaku Pemain.

Sony telah mengajukan paten baru untuk menciptakan teman game yang dikendalikan oleh AI dan dapat menyesuaikan perilakunya berdasarkan tindakan pemain. Dalam upayanya untuk terus meningkatkan platform game-nya, Sony ingin memberikan fitur-fitur baru yang menarik, seperti kemampuan untuk mengulang momen cerita dan permainan tertentu atau menjaga privasi pemain saat menerima panggilan suara dan video selama bermain God of War Ragnarok atau Marvel's Spider-Man 2. Salah satu aspek permainan yang selalu dapat ditingkatkan adalah penggunaan karakter pendamping yang dikendalikan oleh komputer.

Dalam permainan yang berfokus pada tim, seperti Suicide Squad: Kill the Justice League, karakter CPU berperan sebagai anggota tim ketika pemain memilih untuk bermain sendirian. Bahkan dalam permainan yang ditujukan untuk pemain tunggal, seperti God of War Ragnarok, terkadang terdapat karakter pendamping yang membantu pahlawan dalam beberapa bagian. Namun, membuat karakter non-pemain ini dapat mereplikasi apa yang akan dilakukan oleh manusia dalam situasi tersebut selalu menjadi tantangan bagi para pengembang.

Berdasarkan paten terbaru yang diajukan, Sony sedang mencari cara untuk meningkatkan perilaku karakter non-pemain dengan menggunakan AI. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa model AI ini akan memantau tindakan pemain dan membuat model AI lokal berdasarkan tindakan tersebut. Dengan demikian, diharapkan karakter pendamping yang dikendalikan oleh AI dapat berperilaku seperti pemain, sehingga tercipta interaksi yang lebih otentik antara karakter-karakter ini dengan pemain di balik pengontrol.

Meskipun penggunaan AI untuk mereproduksi komponen penting seperti seni dan pengisi suara masih menjadi topik yang kontroversial dalam industri game, Sony telah mencoba mengimplementasikannya dalam beberapa cara selama beberapa tahun terakhir. Pada bulan Februari tahun lalu, Sony mengajukan paten untuk sistem AI yang akan merekomendasikan musik berdasarkan pilihan pemain sebelumnya. Sebelumnya lagi, Sony juga telah mengajukan paten yang menggambarkan program "pelatih" untuk membantu pemain mengelola inventaris mereka dalam permainan seperti God of War Ragnarok atau Horizon Forbidden West.