Loongson 3A6000, CPU China dengan IPC Tinggi tapi Lemot



TL;DR
  • Loongson 3A6000, CPU China IPC tinggi tapi lemot.
  • Kinerja kalah jauh dari CPU x86 dan Arm lainnya.
  • Generasi selanjutnya, 3A7000, diharapkan lebih baik.
Loongson 3A6000, CPU China dengan IPC Tinggi tapi Lemot - photo origin: tomshardware - pibitek.biz - Intel

photo origin: tomshardware


336-280

pibitek.biz - Loongson 3A6000 adalah CPU buatan China yang memiliki IPC (instructions-per-clock) yang tinggi, hampir setara dengan arsitektur terbaru dari AMD dan Intel. IPC adalah ukuran kinerja per siklus jam, yang menunjukkan seberapa efisien sebuah arsitektur. Namun, CPU ini masih kalah jauh dengan CPU x86 dan Arm lainnya dalam hal kecepatan dan jumlah inti.

CPU ini menggunakan arsitektur LoongArch, yang didesain sendiri oleh Loongson. Arsitektur ini sempat dicurigai sebagai tiruan dari MIPS, yang sebelumnya digunakan oleh Loongson selama bertahun-tahun. CPU ini dibuat dengan proses 12nm (kemungkinan dari SMIC, China) dan memiliki empat inti dan delapan thread yang bisa mencapai 2,5GHz dengan daya 50 watt.

CPU ini dilengkapi dengan cache L2 256KB dan cache L3 16MB, dan mendukung memori DDR4-3200. CPU ini ditujukan untuk PC konsumen, dan secara teori bersaing dengan CPU paling rendah dari AMD dan Intel. Sayangnya, CPU ini memiliki kecepatan yang sangat rendah untuk standar saat ini (bahkan Pentium Gold G7400 punya kecepatan 3,7GHz).

Tidak heran, hasil tes dari Geekwan menunjukkan bahwa CPU ini tidak terlalu mengesankan. CPU ini bahkan tidak bisa mengimbangi Core i3-10100 dari Intel, yang punya keunggulan kinerja sekitar 20% sampai 40%. Efisiensi juga tidak bagus, karena CPU ini mengonsumsi sekitar 40 watt, sedangkan 10100 hanya sekitar 30 watt.

Ini bukan hasil yang baik untuk CPU ini, mengingat 10100 menggunakan teknologi dari tahun 2016. Di sisi lain, CPU ini memiliki IPC yang sangat baik. Dalam tes kinerja integer dan floating poin dari SPEC 2017 dengan semua CPU disetel ke 2,5GHz (kecepatan maksimum dari CPU ini), CPU ini terlihat lebih kuat.

CPU ini bahkan unggul dari Ryzen 9 5950X berbasis Zen 3 dan hanya sedikit kalah dari Ryzen 9 7950X berbasis Zen 4 dan Core i9-14900K Raptor Lake dari Intel. Perbandingan ini tidak terlalu menguntungkan CPU ini dalam kinerja floating point, tapi tetap cukup dekat. Hasil ini sejalan dengan tes sebelumnya yang menunjukkan bahwa CPU ini memiliki IPC yang mengagumkan.

Loongson masih jauh dari bisa bersaing dengan CPU unggulan dari AMD, Intel, Apple, dan lainnya. CPU ini tidak bisa memanfaatkan IPC-nya yang hebat karena kecepatan yang rendah, dan juga kurang dalam hal jumlah inti dan ukuran cache. Perusahaan ini mungkin bisa memperbaiki hal ini di generasi selanjutnya, yaitu 3A7000, yang dikabarkan akan menggunakan proses 7nm, yang bisa meningkatkan kecepatan dan memberi ruang untuk inti dan cache yang lebih banyak.