- SoftBank mencari alternatif untuk mengembangkan chip teknologi setelah kekecewaan dengan Intel.
- Mereka berharap bisa mendapatkan bantuan dari TSMC untuk mengembangkan chip dunia AI.
- SoftBank menghadapi tantangan dalam mendesain chip dan bergantung pada teknologi dari Arm untuk dunia AI.
pibitek.biz -SoftBank, perusahaan teknologi Jepang yang dikenal dengan ambisinya yang besar, sedang berjuang untuk mencapai puncak dunia AI. Mereka punya rencana ambisius bernama Project Izanagi, yang bertujuan untuk menciptakan chip AI sendiri yang bisa bersaing dengan Nvidia, pemimpin di pasar chip AI saat ini. SoftBank tidak hanya ingin membuat chip, tetapi juga membangun software dan data center yang super canggih untuk mendukung ambisinya.
2 – AI Apple: Kekecewaan dan Keterlambatan 2 – AI Apple: Kekecewaan dan Keterlambatan
3 – Serangan Siber Hantam Globe Life, Data Ribuan Pelanggan Dicuri 3 – Serangan Siber Hantam Globe Life, Data Ribuan Pelanggan Dicuri
Mereka berharap bisa menciptakan ekosistem AI yang lengkap, dari chip sampai data center, dan menjadi kekuatan baru di dunia teknologi. SoftBank awalnya mengandalkan Intel untuk membantu mereka mengembangkan chip. Mereka berharap Intel bisa memberikan chip yang cepat dan kuat, yang bisa diproduksi dalam jumlah besar sesuai kebutuhan mereka.
Namun, Intel gagal memenuhi ekspektasi SoftBank. Chip yang ditawarkan Intel ternyata tidak memenuhi standar yang diinginkan SoftBank, baik dari sisi kecepatan maupun volume produksi. Kekecewaan ini memaksa SoftBank untuk mencari alternatif lain.
Mereka akhirnya melirik TSMC, pabrik chip terbesar di dunia, yang memiliki reputasi mumpuni dalam memproduksi chip canggih untuk perusahaan teknologi terkemuka. SoftBank sedang dalam proses negosiasi dengan TSMC, berharap bisa mendapatkan bantuan untuk mewujudkan ambisinya. Namun, TSMC sendiri sedang kewalahan memenuhi permintaan pelanggan yang ada, termasuk AMD dan Nvidia. Mereka belum tentu bisa memenuhi kebutuhan SoftBank dalam waktu dekat.
Tantangan lain yang dihadapi SoftBank adalah kurangnya keahlian dalam mendesain chip. Mereka tidak punya tim desain chip sendiri, dan harus bergantung pada perusahaan lain. Untungnya, mereka punya Arm, perusahaan yang terkenal dengan teknologi chipnya.
Arm bisa membantu mereka mendesain chip, namun belum jelas apakah desain chip yang dihasilkan akan berbasis teknologi Arm atau tidak. SoftBank bertekad untuk mewujudkan impiannya menjadi penguasa dunia AI. Mereka siap menggelontorkan dana milyaran dolar untuk mendanai proyek ini. Mereka bahkan sudah menghubungi investor di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mendapatkan dana tambahan.
SoftBank juga mengajak perusahaan teknologi besar seperti Google dan Meta untuk berkolaborasi. Mereka percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat, mereka bisa menciptakan ekosistem AI yang hebat dan mengalahkan dominasi Nvidia di pasar chip AI. SoftBank punya potensi besar untuk menjadi pemain utama di dunia AI.
Namun, rencana mereka ini juga menyimpan risiko. Jika SoftBank terus ngotot untuk mengembangkan chip sendiri, hubungan mereka dengan klien Arm yang lain bisa terganggu. Beberapa orang khawatir bahwa Arm akan menjadi pesaing bagi klien-kliennya sendiri. Rencana SoftBank untuk menjadi penguasa dunia AI akan menjadi ujian besar bagi mereka.