Apple iPhone dan Bantuan Tangan Microsoft



Apple iPhone dan Bantuan Tangan Microsoft - image from: techradar - pibitek.biz - milyar

image from: techradar


336-280
TL;DR
  • Apple hampir bangkrut pada tahun 1996 karena produk gagal.
  • Microsoft membantu Apple dengan investasi 150 juta dolar pada 1997.
  • Bantuan Microsoft membuat Apple bangkit dan menciptakan produk revolusioner.

pibitek.biz -Seiring dengan kemunculan iPhone terbaru, yang mungkin hanya sedikit berbeda dari model sebelumnya, kita mungkin terlupakan bahwa perjalanan Apple menuju puncak teknologi mungkin tidak akan pernah terjadi tanpa bantuan dari saingan terberat mereka, Microsoft. Bayangkan Apple di era 90-an. Perusahaan yang pernah berjaya, kini terpuruk dengan produk-produk yang gagal dan berada di ambang kehancuran. Newton Handheld, kolaborasi dengan Bandai untuk konsol game Pippin, dan berbagai produk lainnya gagal memikat pasar.

Apple seakan kehilangan arah, terperosok dalam jurang kejatuhan. Pendapatan Apple merosot drastis, dari puncaknya mencapai 11 miliar dolar hingga merosot ke 7 miliar dolar. Kerugian pun menumpuk, mencapai 125 juta dolar di tahun 1996. Kabar merger dengan Sun Microsystems berhembus kencang, meskipun pihak Apple membantah. Situasi ini semakin memperparah kondisi Apple, yang saat itu hanya mengandalkan Power Macintosh dan Powerbook yang kurang diminati. Steve Jobs, sang pendiri Apple yang telah dipecat, kembali pada awal tahun 1997.

Namun, tugas berat menanti Jobs, Apple harus diselamatkan dari kehancuran. Di Macworld 1997, Jobs menyampaikan rencananya untuk mengembalikan Apple ke puncak. Bukan produk baru yang diumumkan, tetapi strategi baru, kemitraan baru, dan suntikan dana dari rival terberat Apple, Microsoft. Pada Macworld 1997, Microsoft secara mengejutkan menyatakan akan membeli saham Apple senilai 150 juta dolar. Namun, yang lebih penting adalah kesepakatan tersebut mencakup lisensi bagi Microsoft untuk menggunakan antarmuka grafis Apple untuk Windows.

Langkah ini disambut dengan sorak sorai oleh beberapa orang, seperti Tim Bajarin, analis Apple yang telah lama mengamati perusahaan ini. Bajarin menganggap kesepakatan ini sebagai kemenangan strategis bagi kedua belah pihak. Akan tetapi, para pengunjung Macworld, yang mayoritas adalah penggemar Apple, justru mencemooh keputusan tersebut. Masyarakat Apple saat itu, yang selama ini terbiasa dengan citra Apple sebagai perusahaan yang anti-PC, sulit menerima kenyataan bahwa Apple menerima bantuan dari Microsoft.

Reaksi mereka wajar, karena persaingan sengit antara Apple dan Microsoft telah terjalin selama bertahun-tahun. Namun, Jobs menyadari bahwa permusuhan yang tak berkesudahan hanya akan merugikan kedua belah pihak. Jobs menegaskan bahwa persaingan yang merusak tidak bermanfaat bagi industri teknologi saat itu. Di balik bantuan Microsoft, terdapat juga kalkulasi bisnis. Apple setuju untuk menyelesaikan sengketa paten dan memberikan lisensi silang untuk semua paten, termasuk yang diajukan dalam lima tahun ke depan.

Ini berarti Apple tidak akan menuntut Microsoft atas penggunaan antarmuka grafis Windows yang mirip dengan Mac OS. Selain itu, Microsoft juga berhasil melebarkan sayapnya di dunia browser web dengan menjadikan Internet Explorer sebagai browser default di Mac. Langkah ini membantu Microsoft mengukuhkan dominasinya di pasar browser web, meskipun kemudian mereka menghadapi gugatan antitrust di tahun 2000. Dalam waktu satu tahun, nilai investasi Microsoft di Apple meningkat hampir dua kali lipat dan terus menanjak sejak saat itu.

Bantuan Microsoft memberikan Apple nafas lega dan kesempatan untuk bangkit kembali. Meskipun Apple terpuruk, perusahaan ini memiliki potensi yang besar. Brand Apple dikenal luas, dan produk-produk mereka memiliki basis pengguna yang kuat di dunia pendidikan dan kreatif. Pada tahun 1997, 64% situs web dirancang menggunakan Mac, dan 60% komputer di institusi pendidikan adalah Mac. Angka ini mencengangkan, mengingat Apple hanya memiliki 20 juta pelanggan saat itu. Kini, Apple memiliki lebih dari 2 miliar pelanggan.

Yang kurang dimiliki Apple selama bertahun-tahun adalah sosok visioner seperti Jobs. Jobs datang dengan ide-ide baru, termasuk platform NeXT yang telah dikembangkan sebelumnya. Bajarin percaya bahwa suntikan dana dari Microsoft memberikan Apple waktu untuk mengembangkan iMac yang ikonik, yang dirilis pada Agustus 1998. Imac menjadi titik balik bagi Apple. Bukan hanya iMac, Apple kemudian terus berinovasi dan melahirkan produk-produk revolusioner, seperti iPod, iPhone, iPad, dan Apple Watch. Sangat mungkin bahwa tanpa bantuan Microsoft senilai 150 juta dolar, Apple tidak akan bertahan.

Sejarah teknologi mungkin akan berbeda, dan revolusi komputasi mobile mungkin akan terlambat lima tahun atau lebih. Ketika kita menikmati iPhone dan produk Apple lainnya, kita patut berterima kasih kepada Microsoft. Bayangkan, hanya 150 juta dolar berhasil menyelamatkan perusahaan yang kini bernilai triliunan dolar dan mengubah hidup jutaan orang. Saat kamu menatap iPhone 16 terbaru, AirPods Pro, dan Apple Watch, luangkan waktu untuk merenung dan berterima kasih kepada Bill Gates, yang disoraki saat tampil di Macworld 1997.