- Lindungi data digital dengan keamanan multi-lapis dari peretas.
- Malware dan peretas mengancam keamanan data di dunia digital.
- Aktifkan fitur keamanan untuk mencegah serangan malware dan peretas digital.
pibitek.biz -Di dunia digital yang semakin terhubung ini, informasi kita jadi aset berharga yang harus dijaga ketat. Bayangkan semua data pribadi yang tersimpan di smartphone, laptop, akun media sosial, dan berbagai layanan online lainnya. Data ini ibarat harta karun digital yang rentan diincar oleh para peretas dan berbagai macam malware yang mengintai di balik layar. Peretas, atau hacker, adalah individu atau kelompok yang memanfaatkan celah keamanan di sistem komputer untuk mengakses data tanpa izin. Mereka bisa punya berbagai tujuan, mulai dari mencari keuntungan finansial, menebarkan ideologi tertentu, hingga sekedar ingin menunjukkan kemampuannya dalam membongkar sistem keamanan.
2 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat 2 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat
3 – Kebocoran Data Asuransi Globe Life dan Upaya Pemerasan 3 – Kebocoran Data Asuransi Globe Life dan Upaya Pemerasan
Begitu berhasil masuk, peretas bisa mencuri informasi sensitif, memasang software jahat, bahkan mengendalikan jaringan komputer secara keseluruhan. Malware, singkatan dari malicious software, adalah program jahat yang dirancang untuk merusak komputer atau jaringan. Ada banyak jenis malware, seperti virus, worm, ransomware, spyware, dan trojan. Masing-masing punya cara tersendiri untuk menyusup dan berulah. Misalnya, ransomware bisa mengunci semua file di komputermu, lalu meminta uang tebusan untuk mengembalikannya.
Spyware diam-diam memata-matai aktivitas online dan mengirim data ke peretas. Malware bisa masuk ke komputer melalui email phishing, situs web yang terinfeksi, atau bahkan lewat aplikasi yang diunduh dari sumber yang tidak terpercaya. Melindungi data di dunia digital jadi semakin penting karena ancaman keamanan siber semakin meningkat. Para peretas dan pembuat malware terus mengembangkan metode baru untuk menyusup ke sistem dan mencuri data. Di era digital yang serba cepat ini, kita perlu melindungi diri dengan strategi keamanan yang multi-lapis untuk menangkal berbagai ancaman.
Salah satu cara untuk melindungi data adalah dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun online. Kata sandi yang kuat setidaknya terdiri dari 12 karakter, kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Jangan pernah menggunakan kata sandi yang mudah ditebak seperti nama hewan peliharaan atau tanggal lahir. Selain itu, aktifkan fitur otentikasi dua faktor untuk akun-akun penting. Otentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan meminta kode verifikasi yang dikirim ke perangkat lain selain kata sandi.
Jangan lupa untuk selalu memperbarui sistem operasi, aplikasi, dan software antivirus secara berkala. Pembaruan software biasanya berisi perbaikan keamanan yang penting untuk menangkal serangan terbaru. Hati-hati dalam mengklik tautan yang mencurigakan, terutama yang datang dari pengirim yang tidak dikenal. Pastikan untuk mengunduh aplikasi dan program hanya dari sumber yang terpercaya, hindari situs web yang tidak aman. Gunakan jaringan Wi-Fi yang aman, terutama saat mengakses informasi sensitif.