AI Jadi Makelar Cinta di Aplikasi Kencan



AI Jadi Makelar Cinta di Aplikasi Kencan - the image via: pymnts - pibitek.biz - Spam

the image via: pymnts


336-280
TL;DR
  • Aplikasi kencan seperti Tinder dan Grindr sedang menggunakan AI untuk membantu pengguna menemukan jodoh.
  • AI dalam aplikasi kencan akan memberikan saran dan strategi untuk menarik perhatian calon pasangan.
  • AI juga bisa memblokir akun palsu dan spam di aplikasi kencan.

pibitek.biz -Aplikasi kencan seperti Tinder, Grindr dan Bumble sedang berlomba-lomba mengembangkan teknologi canggih untuk membantu pengguna menemukan jodoh. Aplikasi kencan ini sedang menguji coba AI atau AI untuk menjadi "makelar cinta" di dunia maya. AI ini akan berperan sebagai teman virtual yang membantu pengguna memulai percakapan dan memberi saran jitu untuk menarik perhatian calon pasangan. Bayangkan, kamu sedang berselancar di aplikasi kencan dan tiba-tiba muncul pesan dari AI yang menyarankan kalimat pembuka yang menarik.

AI ini bahkan bisa menganalisis profilmu dan calon pasanganmu, lalu memberikan strategi jitu untuk meluluhkan hatinya. Grindr, aplikasi kencan populer untuk kaum gay, sedang mengembangkan chatbot bernama Grindr Wingman yang akan menjadi penasihat cinta virtual. Grindr Wingman dirancang untuk membantu pengguna mengatasi hambatan dalam berkomunikasi di dunia online. Chatbot ini akan menyuguhkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membantu pengguna menemukan titik temu dengan calon pasangannya. Tinder, aplikasi kencan yang paling banyak digunakan di dunia, juga tengah mengembangkan teknologi AI serupa.

Tinder berencana untuk merilis fitur AI yang akan membantu pengguna dalam semua tahap perjalanan asmara mereka. AI ini akan menjadi "wingman" virtual yang siap sedia memberikan dukungan dan saran jitu dalam mencari jodoh. Selain menjadi makelaar cinta, AI juga digunakan untuk membasmi akun palsu dan spam di aplikasi kencan. Bumble, aplikasi kencan yang mengharuskan perempuan memulai percakapan, telah menggunakan AI untuk memblokir akun-akun palsu dengan tingkat keberhasilan mencapai 95%. Banyak pengguna aplikasi kencan merasa jenuh dan lelah dengan algoritma yang seringkali tidak sesuai.

Mereka berharap teknologi AI bisa membawa angin segar dan membantu mereka menemukan cinta sejati. AI diharapkan bisa memberikan pengalaman kencan yang lebih personal dan menyenangkan. AI akan mempelajari preferensi pengguna dan menyajikan rekomendasi yang lebih tepat. AI juga bisa membantu pengguna untuk lebih memahami calon pasangannya dan menghindari percakapan yang membosankan. Namun, ada kekhawatiran bahwa AI bisa menjadi terlalu interventif dan menghilangkan aspek spontanitas dalam kencan. Beberapa orang juga khawatir bahwa AI bisa memperkuat bias yang sudah ada dalam aplikasi kencan, seperti kecenderungan untuk memprioritaskan pengguna yang lebih muda atau menarik.