- AMD fokus pada AI, meninggalkan GPU gaming kelas atas.
- AMD ingin membangun GPU ramah kantong, meningkatkan market share.
- AMD berharap menguasai pasar dengan produk AI inovatif.
pibitek.biz -AMD sedang melakukan pergeseran fokus. Perusahaan ini kini lebih fokus di bidang AI ketimbang GPU gaming kelas atas. Mereka sedang membangun strategi bisnis baru, yaitu menggabungkan RDNA untuk gaming dan CNDA untuk data center ke dalam satu platform universal yang disebut UDNA, yang didedikasikan untuk AI. AMD sedang merangkul pendekatan baru dalam dunia gaming. Perusahaan ini sekarang lebih tertarik membangun market share dengan GPU kelas menengah ketimbang bersaing di kelas atas dengan Nvidia.
2 – Serangan SIM-Swap: Akun SEC Diretas Secara Besar-Besaran 2 – Serangan SIM-Swap: Akun SEC Diretas Secara Besar-Besaran
3 – Google Kerjasama dengan Reaktor Nuklir untuk AI 3 – Google Kerjasama dengan Reaktor Nuklir untuk AI
AMD tidak ingin menjadi "Raja Gunung" lagi dalam persaingan GPU gaming, karena menurut mereka strategi tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan. AMD lebih memilih untuk fokus membangun basis pengguna yang lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau. AMD sedang melihat peluang besar di sektor data center. Mereka memiliki market share yang kuat di bidang CPU dengan produk EPYC dan ingin mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin di bidang GPU untuk data center. AMD menganggap bahwa teknologi AI memiliki potensi yang sangat besar di masa depan.
Mereka ingin menguasai pasar dengan GPU yang dirancang khusus untuk AI dan membangun ekosistem AI yang kuat. AMD mengambil inspirasi dari Nvidia. AMD kini meniru strategi yang diterapkan Nvidia, yang juga berfokus pada pengembangan AI. Hal ini terlihat dari pendapatan AMD yang setengahnya berasal dari produk data center. Kedua perusahaan sedang berpacu untuk mengeluarkan arsitektur silicon baru setiap tahun, yang merupakan sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. AMD bahkan meniru Nvidia dalam pengembangan platform universal UDNA, yang terinspirasi dari platform CUDA milik Nvidia.
AMD sedang mempertimbangkan untuk memperlambat rilis GPU gaming. Hal ini disebabkan karena AMD ingin fokus pada pengembangan teknologi AI. Meskipun inovasi di bidang AI dapat diuntungkan untuk semua pengguna, AMD merasa harus memprioritaskan pengembangan produk AI dan mungkin akan menunda rilis GPU gaming baru. Nvidia juga diperkirakan akan memperlambat rilis GPU gaming, karena mereka juga melihat peluang besar di pasar AI. Hal ini akan membuat persaingan di pasar GPU gaming menjadi tidak seketat sebelumnya.
AMD ingin membangun GPU yang ramah kantong. AMD mungkin akan mengfokuskan diri untuk memproduksi GPU gaming kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak gamer dan meningkatkan market share mereka. Harga GPU gaming yang melonjak dan tidak sebanding dengan peningkatan performanya menjadi permasalahan bagi para gamer. AMD melihat peluang untuk menguasai pasar dengan menawarkan produk yang lebih terjangkau. AMD sedang menguji batasnya. AMD sedang menguji batas kemampuan mereka untuk menghasilkan berbagai macam produk.
Mereka perlu memilih fokus, dan AI sepertinya menjadi pilihan yang tepat untuk masa depan. Dengan fokus pada AI, AMD berharap dapat membangun produk-produk inovatif yang dapat membantu mereka menguasai pasar.