Apple UI-JEPA: AI Canggih yang Bisa Membaca Pikiran Pengguna



Apple UI-JEPA: AI Canggih yang Bisa Membaca Pikiran Pengguna - credit for: venturebeat - pibitek.biz - Instruksi

credit for: venturebeat


336-280
TL;DR
  • Apple menciptakan UI-JEPA untuk mengerti niat pengguna.
  • UI-JEPA membantu Apple Intelligence mengerti pengguna dengan lebih baik.
  • Apple menggunakan UI-JEPA untuk membuat AI yang bisa berinteraksi dengan pengguna lebih alami.

pibitek.biz -Apple, perusahaan teknologi yang terkenal dengan inovasi canggihnya, terus berinovasi dalam mengembangkan AI. Apple memiliki ambisi untuk menciptakan AI yang mampu memahami niat pengguna berdasarkan interaksi mereka dengan antarmuka pengguna (UI). Dengan kata lain, Apple ingin membuat AI yang bisa membaca pikiran pengguna! Bayangkan, kamu sedang asyik bermain game di iPhone, tiba-tiba muncul notifikasi yang memberikan saran menarik tentang game yang sedang kamu mainkan. Itu semua karena AI Apple sedang bekerja keras, menganalisis gerakan jari kamu di layar dan menebak apa yang ingin kamu lakukan.

AI ini bisa membaca pikiran kamu dan tahu apa yang kamu inginkan, bahkan sebelum kamu mengatakannya. Sungguh menakjubkan! Tidak hanya di game, AI canggih Apple juga bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Bayangkan, kamu sedang berbelanja online dan ingin mencari baju baru. AI Apple akan langsung menampilkan toko yang menjual baju serupa dengan yang kamu cari. Lebih keren lagi, AI Apple bisa merekomendasikan baju yang sesuai dengan gaya berpakaian kamu dan menampilkan baju yang kamu sukai. Namun, mengembangkan AI yang super canggih seperti ini memerlukan tenaga komputer yang besar.

Bayangkan, menjalankan AI ini seolah-olah kamu bermain game PC kelas atas. Masalahnya, AI yang mengonsumsi daya baterai dalam jumlah besar akan mengurangi umur baterai HP dan membuat HP berjalan lambat. Apple tidak mau teknologi AI-nya mengurangi kenyamanan pengguna. Oleh karena itu, Apple menciptakan model AI baru yang disebut UI-JEPA. UI-JEPA merupakan solusi cerdas yang bisa menganalisis interaksi di layar dengan efisien, tanpa mengorbankan kecepatan dan efisiensi HP. UI-JEPA adalah jawaban bagi AI yang ringan, gesit, dan mampu mengerti keinginan hati pengguna.

Model UI-JEPA terinspirasi dari JEPA. JEPA adalah ilmuwan AI yang ahli dalam mengerti makna yang tersembunyi di balik gambar atau video. JEPA mampu menganalisis gambar atau video dengan fokus pada bagian-bagian penting, tanpa membuang waktu untuk menganalisis detail yang tidak penting. Hasilnya? JEPA bisa belajar lebih cepat dan menghasilkan model AI yang lebih ringan dan efisien. JIka diibaratkan, JEPA ini seperti detective yang mencari petunjuk penting di TKP tanpa membuang waktu mencari barang yang tidak berguna.

Apple terus mengembangkan JEPA dan memberinya nama baru UI-JEPA, karena model ini khusus untuk menganalisis interaksi di layar. UI-JEPA terdiri dari dua bagian penting: encoder yang merupakan otak UI-JEPA yang mengolah video interaksi di layar menjadi kode-kode rahasia, dan decoder yang bertugas menguraikan kode-kode rahasia itu menjadi kalimat yang bisa dipahami oleh manusia. Encoder dalam UI-JEPA seperti penerjemah yang bertugas menyalin teks dari bahasa asing ke bahasa kode. Decoder bertugas menyalin kode tersebut kembali ke bahasa manusia.

Dengan bantuan encoder dan decoder, UI-JEPA mampu memahami interaksi di layar dengan lebih cepat dan efisien. UI-JEPA ini seperti robot yang bisa mengerti bahasa tubuh manusia. Robot ini bisa mengerti gerakan tangan dan jari, serta ekspresi wajah manusia. Dengan kemampuan tersebut, UI-JEPA bisa menebak apa yang ingin dilakukan oleh manusia dan menghasilkan respon yang tepat. Apple ingin mengetahui seberapa canggih UI-JEPA dalam mengerti niat pengguna. Untuk itu, Apple menciptakan dua dataset baru untuk menguji kemampuan UI-JEPA dalam menganalisis interaksi di layar.

Dataset pertama, "Intent in the Wild" (IIW), mengandung berbagai macam interaksi pengguna di HP, yang kadang kadang sulit dibaca. IIW merupakan uji berat bagi UI-JEPA untuk mengerti niat pengguna yang kadang kadang tidak jelas. Dataset kedua, "Intent in the Tame" (IIT), menguji kemampuan UI-JEPA dalam mengerti niat pengguna dalam tugas-tugas yang lebih jelas, seperti menetapkan reminder atau menelepon kontak. IIW bisa diibaratkan seperti soal ujian yang menguji kemampuan UI-JEPA dalam menjawab pertanyaan yang sulit dan tidak jelas.

IIT merupakan soal ujian yang menguji kemampuan UI-JEPA dalam menjawab pertanyaan yang mudah dan jelas. Hasilnya? UI-JEPA berhasil mengalahkan model AI lain dalam mengerti niat pengguna dalam beberapa tugas. UI-JEPA ini benar-benar jagoan dalam mengerti niat pengguna dan memberikan solusi yang tepat. UI-JEPA juga bisa menganalisis teks dari layar HP dengan teknologi OCR. OCR merupakan teknologi yang bisa mengubah gambar teks menjadi teks yang bisa dibaca oleh komputer. Dengan kemampuan ini, UI-JEPA bisa mengerti teks yang ada di layar HP dan menggunakannya untuk mengerti niat pengguna dengan lebih baik.

Bayangkan, UI-JEPA sedang menganalisis interaksi pengguna di layar. UI-JEPA menemukan teks "Kopi" di layar HP. Dengan bantuan OCR, UI-JEPA bisa mengerti bahwa teks tersebut menunjukkan bahwa pengguna ingin minum kopi. UI-JEPA kemudian akan memberikan saran tentang kedai kopi terdekat atau menampilkan aplikasi pesan antar kopi. UI-JEPA bukan hanya jago mengerti interaksi di layar, tetapi juga bisa menganalisis teks yang ada di layar HP. UI-JEPA benar-benar robot yang pintar dan bisa diandalkan dalam mengerti niat pengguna.

Apple melihat potensi besar di UI-JEPA ini. UI-JEPA bisa dipakai untuk membantu AI belajar dari interaksi pengguna tanpa diajarin secara manual. AI jadi bisa belajar lebih cepat dan memberikan solusi yang lebih tepat bagi pengguna. Dengan UI-JEPA, AI seperti anak kecil yang bisa belajar dari pengalaman tanpa harus diajarin terus menerus. UI-JEPA akan mencatat setiap interaksi pengguna dan menyerap informasi penting yang bisa digunakan oleh AI untuk mengerti niat pengguna dengan lebih baik. UI-JEPA juga bisa dipakai untuk memberikan informasi tentang niat pengguna ke AI assistant, sehingga AI assistant bisa memberikan jawaban yang lebih tepat dan bisa memberikan solusi yang lebih praktis bagi pengguna.

AI assistant bisa diibaratkan seperti sekretaris yang bertugas mengerjakan tugas yang diberikan oleh pengguna. Dengan informasi dari UI-JEPA, AI assistant bisa mengerti niat pengguna dan mengerjakan tugas dengan lebih baik. UI-JEPA sudah dipakai di Apple Intelligence, sebuah platform AI yang menawarkan berbagai fitur canggih di perangkat Apple. UI-JEPA membantu Apple Intelligence mengerti niat pengguna dan memberikan solusi yang lebih tepat bagi pengguna, tanpa mengorbankan privasi pengguna. UI-JEPA ini sangat penting bagi Apple Intelligence.

Bayangkan, UI-JEPA seperti mata dan telinga Apple Intelligence. UI-JEPA mencatat setiap interaksi pengguna dan mengirimkannya ke Apple Intelligence. Apple Intelligence kemudian menganalisis data tersebut dan memberikan solusi yang tepat bagi pengguna. UI-JEPA menunjukkan bahwa Apple terus berinovasi dalam mengembangkan AI yang bisa berinteraksi dengan pengguna dengan cara yang lebih alami dan lebih pribadi. UI-JEPA ini bisa membantu Apple Intelligence memberikan pengalaman penggunaan yang lebih personal dan lebih menyenangkan bagi pengguna.