Stellantis Bangun Mobil Listrik China di Eropa untuk Mitra JV Leapmotor



TL;DR
  • Stellantis jalin JV dengan Leapmotor, produsen EV China.
  • Stellantis rencanakan produksi EV China di Italia untuk Leapmotor.
  • Stellantis berharap tingkatkan penjualan EV di Eropa.
Stellantis Bangun Mobil Listrik China di Eropa untuk Mitra JV Leapmotor - credit to: electrek - pibitek.biz - milyar

credit to: electrek


336-280

pibitek.biz - Stellantis sedang mempertimbangkan untuk membangun ratusan ribu mobil listrik (EV) untuk mitra joint venture (JV) mereka, Leapmotor, di Italia guna memasok pasar Eropa. Hal ini dilakukan setelah empat bulan sejak pengumuman kemitraan dengan produsen mobil listrik China, Leapmotor. Sebelumnya, Stellantis telah menjalankan JV dengan GAC Group di China yang merupakan warisan dari merger antara Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan Peugeot S.

Namun, pada bulan Oktober 2022, Stellantis mengumumkan penghentian JV dengan GAC karena penjualan yang menurun dan "hilangnya kepercayaan" dengan salah satu dari lima produsen mobil terbesar di China. GAC menanggapi dengan mengatakan adanya "kurangnya rasa hormat" dari CEO Stellantis, yang akhirnya mengarah pada pengajuan kebangkrutan dan mengakhiri JV mereka. Hal ini membuat Stellantis hanya memiliki kehadiran kecil di China, tetapi memberikan kebebasan untuk menjalin kemitraan baru di pasar mobil listrik China.

Inilah saatnya Leapmotor masuk. Kedua perusahaan tersebut menandatangani JV pada bulan Oktober 2023, di mana Stellantis mendapatkan saham sebesar 1,6 miliar dollar AS (21%) di Leapmotor, dengan hak eksklusif untuk memproduksi, menjual, dan mengekspor mobil listrik Leapmotor di luar pasar China. Tak hanya itu, Stellantis juga mendapatkan akses ke ekosistem mobil listrik mitra asingnya untuk mendukung tujuan elektrifikasi globalnya sebagai bagian dari strategi Dare Forward 2030.

Baru-baru ini, Stellantis melihat peluang dari popularitas yang meningkat dari mobil listrik China yang terjangkau di Eropa dan mungkin membantu Leapmotor membangun mobil tersebut secara lokal. Pada pekan lalu, media Italia mengutip pernyataan CEO Stellantis, Carlos Tavares, yang mengumumkan bahwa perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk memproduksi mobil listrik China di Eropa untuk Leapmotor jika terdapat alasan bisnis yang baik untuk mendukung strategi tersebut. Tavares secara spesifik menyebut pabrik Mirafiori di Turin, Italia, sebagai tempat potensial untuk memproduksi mobil listrik China untuk Leapmotor.

Kemudian, dealer lokal Stellantis di pasar Eropa akan menjual mobil-mobil listrik tersebut. Seorang juru bicara Stellantis mengonfirmasi pernyataan Tavares namun menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang situasi ini mengatakan kepada Automotive News Europe bahwa Stellantis sedang mempertimbangkan produksi sebanyak 150.000 mobil listrik di Italia untuk Leapmotor.

Sumber lain juga mengumumkan bahwa produksi mobil listrik China oleh Stellantis di Turin bisa dimulai pada tahun 2026 atau 2027. Pabrik Mirafiori saat ini digunakan untuk memproduksi Fiat 500e dan mobil Maserati. Stellantis baru-baru ini terlibat konflik dengan Pemerintah Italia karena kurangnya dukungan keuangan untuk meningkatkan produksi mobil listrik di negara tersebut.