iMessage Bebas dari Aturan Baru UE, Ini Alasannya



TL;DR
  • Apple dan Microsoft lolos dari aturan UE.
  • Apple tetap kritik DMA dan pertahankan iMessage.
  • iMessage tidak populer di UE, jadi bebas.
iMessage Bebas dari Aturan Baru UE, Ini Alasannya - credit: mashable - pibitek.biz - Apple

credit: mashable


336-280

pibitek.biz - Apple baru saja mendapat kabar baik dari Uni Eropa (UE). Komisi Eropa menutup penyelidikan pasar terhadap empat layanan Apple dan Microsoft, yaitu iMessage, Bing, Edge, dan Microsoft Advertising. Penyelidikan ini bertujuan untuk menentukan apakah layanan-layanan tersebut termasuk "gatekeeper services" atau layanan yang menguasai pasar.

Menurut Undang-Undang Pasar Digital (DMA) baru UE, layanan platform inti harus mematuhi aturan ketat untuk beroperasi di Uni Eropa. Namun, Komisi Eropa menemukan bahwa layanan-layanan tersebut tidak memenuhi ambang batas untuk dinyatakan sebagai "gatekeeper services". Dengan demikian, mereka lolos dari regulasi yang akan memaksa Apple dan Microsoft untuk membuka layanan mereka untuk integrasi pihak ketiga dan interoperabilitas lintas platform.

Komisi Eropa mengatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap semua argumen, masukan dari pemangku kepentingan, dan pendapat Komite Penasihat Pasar Digital. Komisi Eropa juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan pasar terkait layanan-layanan tersebut, jika ada perubahan signifikan. Apple dan Microsoft dikabarkan menyambut baik keputusan Komisi Eropa.

Namun, bagi Apple, ini mungkin lebih dari sekadar kabar baik. Pasalnya, perusahaan ini telah dipaksa untuk melakukan perubahan besar dalam cara mereka mengoperasikan iPhone, iOS, Safari, dan App Store, berkat DMA. Bagi konsumen, DMA seharusnya menjadi kemenangan besar.

Aturan-aturan ini dibuat untuk menciptakan persaingan lebih dan menghalangi "gatekeeper" atau perusahaan besar seperti Apple dan Microsoft dari menyingkirkan pihak ketiga dari pasar yang berkembang. Misalnya, di bawah DMA, Apple harus mengizinkan pasar alternatif untuk mendistribusikan aplikasi iOS, yang akan memberi kesempatan kepada pengembang untuk menghindari aturan konten dan model bagi hasil App Store Apple. Namun, Apple mendapat kritik tajam dari perusahaan-perusahaan seperti Meta, Spotify, dan Xbox setelah mereka mengumumkan kebijakan baru yang terinspirasi oleh DMA.

Apple membuat kebijakan baru yang berpotensi membuat biaya pengembang lebih mahal. CEO Epic Games Tim Sweeney menyebut langkah Apple sebagai "sampah panas" dan "kepatuhan jahat". Keputusan paling mengejutkan dari Komisi Eropa mungkin terkait dengan iMessage.

Layanan pesan instan ini dikenal memiliki masalah interoperabilitas dengan perangkat non-Apple seperti Android. Ketika ada aplikasi Android bernama Beeper Mini yang memungkinkan pengguna Android mengirim pesan iMessage berbuih biru ke pengguna iPhone, Apple menutupnya. Perusahaan-perusahaan seperti Google juga telah lama mengkampanyekan agar Apple beralih ke standar industri pesan, yaitu Rich Communication Services (RCS).

Apple tampaknya sedikit mengalah ketika mereka mengumumkan bahwa mereka akan mendukung RCS di iMessage. Namun, tampaknya ini bukan yang menjadi faktor penentu dalam keputusan Komisi Eropa untuk membebaskan iPhone dari aturan-aturan ini. Alasan utama iMessage tidak dianggap sebagai layanan "gatekeeper" inti adalah karena iMessage tidak terlalu populer di UE.