AI Kurangi Pekerjaan Menulis dan Layanan Freelance



TL;DR
  • AI bikin pekerjaan menulis dan sejenisnya berkurang.
  • Pekerjaan video, desain, dan web malah naik permintaan.
  • AI belum bisa gantikan kreativitas manusia.
AI Kurangi Pekerjaan Menulis dan Layanan Freelance - credit to: readwrite - pibitek.biz - OpenAI

credit to: readwrite


336-280

pibitek.biz - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pekerjaan menulis, menerjemahkan, dan layanan pelanggan mengalami penurunan terbesar di pasar kerja freelance karena pengaruh AI. Studi ini menganalisis data dari Upwork, sebuah platform freelance Amerika, yang dikumpulkan oleh Bloomberry. Menurut studi tersebut, antara 1 November 2022 dan 14 Februari 2024, jumlah pekerjaan menulis berkurang 33%, pekerjaan menerjemahkan turun 19%, dan pekerjaan layanan pelanggan menurun 16%.

Di sisi lain, permintaan untuk pekerjaan editing video, desain grafis, dan pengembangan web meningkat signifikan, dengan pekerjaan produksi video naik 39%. Pekerjaan desain grafis juga meningkat 8%, sementara pekerjaan desain web naik 10%. Selain itu, pekerjaan pengembangan software juga meningkat, dengan pekerjaan pengembangan backend naik 6% dan pekerjaan pengembangan web naik 4%.

Studi ini memilih pekerjaan freelance karena diyakini bahwa dampak AI terhadap pekerjaan tertentu akan terlihat lebih dulu di pasar freelance, karena perusahaan besar cenderung mengadopsi alat AI dengan lebih lambat. Selain itu, laporan pendapatan terbaru dari Upwork menunjukkan bahwa pemutusan hubungan kerja di bidang teknologi tidak terlalu berpengaruh pada platform freelance, yang terlihat dari pertumbuhan pendapatan 14% tahun-ke-tahun di kuartal terakhir mereka. Ini menunjukkan bahwa ada sedikit faktor lain yang menyebabkan penurunan jumlah pekerjaan.

Namun, penelitian tersebut juga mengumumkan bahwa jumlah pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan chatbot meledak 2000% sejak rilis ChatGPT dan OpenAI API. Pekerjaan menerjemahkan dilaporkan mengalami penurunan upah per jam terbesar, yaitu 20%, diikuti oleh pekerjaan editing video dan riset pasar. Namun, pekerjaan desain grafis dan desain web tampak lebih tahan banting, bahkan mengalami sedikit kenaikan upah.

Salah satu poin penting dari studi ini adalah bahwa pekerjaan desain grafis dan desain web masih diminati, dan belum digantikan oleh alat AI. Penulis laporan percaya bahwa ini karena program-program seperti DALL-E dan MidJourney masih membutuhkan pengetahuan dan kreativitas. Penelitian lain baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 9% dari tenaga kerja AS saat ini mungkin tergusur oleh AI.

Laporan tersebut menyatakan bahwa 11% pekerja bisa kehilangan pekerjaan mereka dan kesulitan mencari pekerjaan baru karena teknologi baru. Sementara itu, sebuah laporan tahun 2023 menemukan bahwa peneliti AI yang sangat dicari bisa mendapatkan 750.000 dollar AS per tahun di perusahaan teknologi terkemuka setelah menyelesaikan studi mereka.