Roket dan Satelit: Eutelsat Kerja Sama dengan Mitsubishi



Roket dan Satelit: Eutelsat Kerja Sama dengan Mitsubishi - photo owner: arstechnica - pibitek.biz - Amerika Serikat

photo owner: arstechnica


336-280
TL;DR
  • Eutelsat, perusahaan satelit Prancis, memilih roket H3 milik Mitsubishi untuk peluncuran satelitnya.
  • Perusahaan roket kecil berjuang untuk merilis satelitnya dengan keunggulan fleksibilitas peluncuran.
  • Eutelsat melakukan backup peluncuran satelitnya dengan perusahaan roket lain, seperti Relativity Space dan Ariane 6.

pibitek.biz -Minggu ini, dunia roket dan satelit memang nggak se-heboh minggu-minggu sebelumnya, tapi ada beberapa cerita seru yang patut dibahas. Memang, nggak ada peluncuran roket yang spektakuler, nggak ada pengumuman besar-besaran yang bikin gempar, tapi di balik kesunyian ini, ternyata ada beberapa pergerakan yang menarik perhatian. Salah satunya, Eutelsat, perusahaan satelit besar asal Prancis, ngasih kejutan dengan pengumuman tentang kerja samanya dengan Mitsubishi Heavy Industries dari Jepang. Kerja sama ini akan melibatkan peluncuran beberapa satelit Eutelsat menggunakan roket H3 milik Mitsubishi.

Eutelsat yang biasanya setia sama roket-roket Eropa, kayaknya punya alasan tersendiri buat ngalihin pandangan ke Jepang. Mungkin mereka punya beberapa pertimbangan, bisa jadi karena H3 punya teknologi yang lebih canggih, atau mungkin harganya lebih bersahabat. Terus, SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, masih berseteru sama FAA, badan penerbangan Amerika Serikat. Perseteruan ini udah berlangsung lama, kayak kucing-kucingan, nih! FAA lagi ngecek ulang izin peluncuran roket SpaceX, gara-gara beberapa kali ada kejadian aneh yang melibatkan roket SpaceX.

SpaceX yang kayaknya masih pengin cepet-cepet meluncurin roketnya, tentu merasa jengkel dengan proses pemeriksaan FAA yang bertele-tele. Di Eropa, mereka juga lagi sibuk ngurusin roket Ariane 6. Roket ini baru diluncurin pertama kali beberapa bulan yang lalu, tapi ada masalah di tahap akhir peluncurannya. Untungnya, para insinyur Eropa udah nemuin solusi yang gampang buat ngatasi masalah ini. Semoga masalah ini bisa segera teratasi dan Ariane 6 bisa kembali meluncur dengan mulus. Nah, selain cerita-cerita besar, ada juga kabar-kabar kecil tentang perusahaan roket lain yang masih terus berjuang.

Banyak perusahaan roket kecil yang ngeluarin statement, bilang kalau mereka punya keunggulan dibanding perusahaan besar. Mereka ngaku bisa ngeluncurin satelit kapan aja dan di mana aja, nggak harus nunggu antrian panjang dari perusahaan besar. Tapi, faktanya, bisnis roket kecil itu penuh tantangan. Mereka harus bersaing ketat, ngeluarin uang banyak, dan belum tentu sukses. Banyak perusahaan yang akhirnya gagal dan gulung tikar. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan roket kecil adalah soal pendanaan.

Mereka butuh banyak modal untuk mengembangkan roket dan membangun fasilitas peluncuran. Contohnya, Iran. Mereka punya roket kecil yang namanya Qaem-100. Roket ini udah gagal di 2023, tapi sekarang berhasil diluncurin lagi. Iran ngeluarin statement, bilang kalau mereka pengen ngetes sistem dan hardware roketnya. Tapi, banyak negara, termasuk Amerika Serikat, yang curiga kalau roket ini sebenarnya bisa diubah jadi senjata. Terus, ada Sirius Space Services dari Prancis, yang ngasih kabar baik. Mereka udah dapet tempat buat ngeluncurin roket di Australia.

Tempat ini mereka kasih nama ?Le Mans? dan mereka rencananya bakal ngeluncurin roket pertamanya di 2026. Mereka punya tiga jenis roket yang bisa ngirim barang-barang ke luar angkasa. Yang seru lainnya, Eutelsat ternyata lagi nge-back up rencana peluncuran satelit mereka. Selain kontrak dengan Mitsubishi, mereka juga udah nge-book peluncuran di perusahaan roket Amerika, Relativity Space, dan di Eropa, lewat Ariane 6. Relativity Space lagi ngembangin roket bernama Terran R, yang bisa dicetak 3D. Sementara Ariane 6 ini adalah roket generasi baru dari Eropa.

Dua-duanya masih dalam tahap pengembangan dan belum pasti kapan bisa diluncurin. Relativity Space dan Ariane 6 masih dalam tahap pengembangan, sehingga keberhasilannya masih dipertanyakan. Jadi, Eutelsat ini kayaknya lagi main aman, nih. Mereka nge-book peluncuran di beberapa perusahaan sekaligus, supaya nggak stuck kalau ada yang gagal. Strategi yang pintar! Eutelsat memilih untuk tidak menggantungkan nasibnya hanya pada satu perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat berhati-hati dalam memilih partner.

Tapi, buat Mitsubishi, ini adalah angin segar. Mereka udah lama berjuang ngebangun H3, roket barunya, tapi belum banyak peminatnya. Eutelsat jadi salah satu pelanggan pertama H3, dan bisa jadi bakal nge-boost popularitas H3 di masa depan. Eutelsat menjadi pelanggan pertama H3 ini akan membuka pintu bagi Mitsubishi untuk mendapatkan pelanggan lain di masa depan. Minggu ini, dunia roket memang penuh dengan cerita menarik. Ada perusahaan yang lagi merangkak naik, ada yang masih berjuang, dan ada yang lagi nge-push batas teknologi.