- Contextual Retrieval adalah fitur AI yang meningkatkan kemampuan memahami konteks percakapan.
- Fitur ini menggunakan dua strategi: Contextual Embeddings dan Contextual BM25 untuk meningkatkan akurasi.
- Contextual Retrieval berhasil mengurangi kegagalan AI dalam memahami konteks hingga 49%.
pibitek.biz -Anthropic, salah satu perusahaan AI, baru-baru ini rilis fitur keren bernama Contextual Retrieval. Fitur ini punya kemampuan untuk meningkatkan cara AI memahami dan ngobrol bareng data yang gede banget. Bayangkan kayak gini, AI seperti punya otak yang bisa ngelanjutin obrolan dengan memahami konteks percakapan sebelumnya. Sebelumnya, sistem AI yang pake Retrieval-Augmented Generation (RAG) sering kali ngalamin masalah kehilangan konteks saat ngobrol. Sistem ini kayak orang lupa cerita sebelumnya, sehingga jadi ngawur ngelanjutin percakapan.
2 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat 2 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat
3 – Startup AI Perplexity Bidik Pendanaan 7 Triliun 3 – Startup AI Perplexity Bidik Pendanaan 7 Triliun
Nah, Contextual Retrieval hadir untuk ngatasin masalah itu. Cara kerja Contextual Retrieval unik banget. Fitur ini memanfaatkan dua strategi: Contextual Embeddings dan Contextual BM25. Contextual Embeddings kayak translator canggih yang ngubah potongan teks jadi kode rahasia agar AI bisa lebih memahami makna. Sementara itu, Contextual BM25 adalah algoritma cerdas yang mirip detektif yang mencari kecocokan persis kata dan frasa di dalam data. Gabungan dua strategi ini bikin AI lebih jago ngelanjutin obrolan dan memahami makna tersirat di balik kata-kata.
Hasilnya? Kegagalan AI untuk mengerti konteks berkurang sampai 35% cuma pake Contextual Embeddings. Kerennya lagi, kalo pake Contextual Embeddings dan Contextual BM25 barengan, kegagalan ini turun sampai 49%! Enggak cuma itu, Anthropic juga ngasih tambahan fitur jitu bernama Prompt Caching. Fitur ini kayak memory upgrade buat AI yang nge-cache potongan data buat nge-boost kecepatan ngobrol. Kebayang dong, AI jadi lebih cepet merespon dan enggak buang-buang waktu untuk nge-scan data yang sama berulang kali.
Prompt Caching juga bikin penggunaan API lebih irit, karena bisa ngelanjutin percakapan dari titik tertentu. Contextual Retrieval ini udah dicoba di berbagai bidang dan terbukti ngasih hasil positif. AI jadi lebih akurat, lebih cepat dan lebih efisien dalam nge-manage data. Para ahli AI di berbagai penjuru dunia antusias banget dengan Contextual Retrieval. Mereka ngeliat fitur ini sebagai game changer yang bisa ngubah cara AI berinteraksi dengan data. Contohnya, ada seorang pakar AI bernama Christophe Bouvard yang nyebut fitur ini "langkah maju yang signifikan dalam teknologi AI".
Sementara itu, pengguna lain bernama Kamesh. eth juga ngasih pujian, "Contextual Retrieval adalah inovasi yang punya potensi buat ngubah cara kita berinteraksi dengan data. AI jadi lebih pintar dan bisa ngerti konteks". Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mengenai Contextual Retrieval. Kemampuan AI untuk memahami konteks memang meningkat, tetapi masih ada kemungkinan sistem ini salah dalam menafsirkan data. AI masih belum bisa mengimbangi kecerdasan manusia dalam memahami konteks. Sistem ini masih bergantung pada algoritma dan data yang tersedia, sehingga tidak bisa menjamin hasil yang akurat.
Contextual Retrieval juga punya kelemahan dalam hal keamanan dan privasi data. Sistem ini mengumpulkan data pengguna dan menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan memahami konteks. Walaupun begitu, Contextual Retrieval tetap menjadi terobosan yang mengesankan. Fitur ini menunjukan potensi AI untuk menjadi lebih cerdas dan adaptif dalam memahami konteks percakapan. Secara keseluruhan, fitur ini membuka peluang baru untuk pengembangan AI yang lebih canggih dan terintegrasi dengan kehidupan manusia.