- Pejabat Eropa dan Amerika Latin berhasil menggerebek jaringan phishing yang brutal, yang telah beroperasi selama lima tahun dan telah mencuri data hampir setengah juta orang.
- Operasi gabungan antara Europol dan Ameripol berhasil menangkap 17 orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan phishing ini, termasuk admin dari platform phishing yang berasal dari Argentina.
- Kita harus waspada dengan ancaman kejahatan siber yang makin canggih dan licik, dan harus ngelakuin berbagai cara buat ngelindungin data pribadi kita dari kejahatan siber.
pibitek.biz -Kabar gembira, geng! Pejabat Eropa dan Amerika Latin berhasil menggerebek sebuah jaringan phishing yang brutal! Di balik layar aksi kejahatan siber ini, ternyata ada sekelompok orang yang punya ambisi besar untuk mencuri data dan menguras rekening korbannya. Mereka melakukan aksinya dengan cara yang licik, memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk merampok akun mobile. Jaringan phishing ini udah ngelakuin aksinya selama lima tahun. Bayangin aja, selama waktu itu mereka berhasil ngerampok data hampir setengah juta orang! Gila, kan? Korbannya berasal dari berbagai negara, terutama yang penduduknya banyak ngomong bahasa Spanyol, kayak di Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
2 – Startup AI Perplexity Bidik Pendanaan 7 Triliun 2 – Startup AI Perplexity Bidik Pendanaan 7 Triliun
3 – Ransomware BianLian Serang Rumah Sakit Anak Boston 3 – Ransomware BianLian Serang Rumah Sakit Anak Boston
Tapi, tenang aja, geng! Tim penegak hukum yang terdiri dari Europol, Argentina, Chile, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Spanyol, udah ngelakuin operasi gabungan yang super ketat buat ngeberantas kejahatan siber ini. Operasi ini disebut sebagai operasi pertama yang digabungin antara Europol dan Ameripol, sebuah organisasi polisi khusus untuk negara-negara di Amerika. Dalam operasi ini, petugas berhasil menangkap 17 orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan phishing ini. Salah satunya, si admin dari platform phishing itu, berasal dari Argentina! Gila! Di platform ini, mereka menjalankan bisnis jahatnya dengan modus menguras akun mobile.
Salah satu korbannya ngelaporin ke polisi tentang modus operandi jaringan phishing ini. Korbannya diiming-imingin untuk bisa ngakses kembali akun mobile yang hilang atau dicuri. Tapi, ternyata ini jebakan! Ngerinya lagi, mereka berhasil menipu ratusan ribu orang! Untuk mempermudah aksinya, para pelaku menggunakan platform yang bernama iServer, yang dikembangin khusus untuk ngebongkar akun mobile. Platform ini udah jadi senjata ampuh para penjahat buat ngerampok data korban. IServer punya fitur canggih yang memudahkan para penjahat buat nyuri password perangkat, data pengguna dari platform mobile, dan data pribadi lainnya.
Di balik kesuksesan mereka, ternyata mereka punya jaringan yang kuat. Mereka bahkan punya tim khusus yang tugasnya adalah menguras akun mobile korban. Tim ini punya keahlian khusus yang bisa ngelewatin jebakan "Lost Mode" dan ngebongkar akun mobile yang udah dijebak. Para penjahat ini udah ngelakuin aksinya secara terorganisir dan punya strategi yang jelas. Mereka memanfaatkan platform phishing yang canggih dan tim yang terlatih buat ngedapetin keuntungan. Gila! Aksi para penjahat ini makin ngeri karena mereka punya akses ke berbagai data sensitif, mulai dari data akun mobile, password, data pengguna, dan data pribadi lainnya.
Jaringan phishing ini udah ngejalani bisnisnya selama lima tahun. Mereka punya strategi yang canggih, platform yang canggih, dan tim yang terlatih. Gila! Mereka ngerampok akun mobile milik orang-orang yang kehilangan aksesnya. Dengan begitu, korban harus ngelakuin berbagai cara buat bisa ngakses akunnya lagi. Dengan modus ini, mereka ngedapetin keuntungan yang lumayan besar. Bayangin aja, selama lima tahun mereka berhasil ngerampok hampir setengah juta orang! Gila, kan? Yang bikin ngeri, para pelaku berasal dari berbagai negara.
Artinya, kejahatan siber ini udah menyebar ke berbagai belahan dunia dan udah ngerampok banyak orang. Operasi ini bisa dibilang sukses besar! Sejumlah orang ditangkap dan jaringan phishingnya berhasil dihentikan. Tapi, kita harus waspada, geng! Karena bisa jadi ada jaringan phishing lain yang udah beroperasi diam-diam di balik layar. Kejahatan siber ini jadi ancaman serius bagi kita semua. Kita harus waspada dan hati-hati agar gak jadi korbannya. Kejahatan siber udah merambah ke mana-mana. Platform phishing yang canggih, modus operandi yang licik, dan tim yang terlatih, ngebuat kejahatan siber ini jadi ancaman yang serius.
Para pelaku kejahatan siber ini punya strategi yang licik dan punya jaringan yang luas. Mereka beroperasi secara terorganisir dan punya modal yang banyak. Aksi mereka ngerugikan banyak orang dan ngebuat kita harus waspada dengan data pribadi yang kita punya. Jaringan phishing yang canggih ini udah ngerampok ratusan ribu orang. Mereka ngerampok akun mobile, password, data pengguna, dan data pribadi lainnya. Mereka ngerampok data pribadi kita dengan cara yang licik dan gak ketahuan. Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi buat ngerampok data kita.
Operasi ini bisa jadi pelajaran buat kita semua. Kita harus waspada dengan ancaman kejahatan siber yang makin canggih dan licik. Kejahatan siber makin canggih dan licik. Modus operandi mereka juga makin ngeri. Kita harus waspada agar gak jadi korbannya. Yang bikin ngeri, kejahatan siber ini udah ngebuat kita semua jadi target mereka. Mereka gak pandang bulu buat ngerampok data kita. Kita harus lebih berhati-hati dan selalu waspada dengan kejahatan siber. Jangan sampai kita jadi korban berikutnya.
Kita harus ngelakuin berbagai cara buat ngelindungin data pribadi kita dari kejahatan siber. Semoga operasi ini bisa ngebuat para penjahat siber jera. Dan, semoga kejadian ini ngebuat kita lebih waspada dengan kejahatan siber.