- Departemen Energi AS menandatangani kesepakatan kredit $1,52 miliar dengan Holtec.
- Pembangkit listrik nuklir Palisades diharapkan beroperasi kembali pada tahun 2025.
- Pembukaan kembali ini menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan yang signifikan.
pibitek.biz -Departemen Energi Amerika Serikat telah menutup kesepakatan kredit senilai $1,52 miliar dengan Holtec Palisades pada hari Senin, dalam upaya pertama untuk membiayai restorasi pembangkit listrik nuklir di Michigan. Kesepakatan ini didanai oleh proyek Vitality Infrastructure Reinvestment yang termasuk dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi. Pembangkit listrik nuklir Palisades diharapkan dapat beroperasi kembali pada tahun 2025, setelah berhenti beroperasi pada tahun 2022. Proyek ini akan menambahkan sekitar 600 pekerjaan di wilayah tersebut.
2 – Google Kerjasama dengan Reaktor Nuklir untuk AI 2 – Google Kerjasama dengan Reaktor Nuklir untuk AI
3 – Pemerintah AS Perkuat Keamanan Digital dengan RPKI dan Bahasa Aman 3 – Pemerintah AS Perkuat Keamanan Digital dengan RPKI dan Bahasa Aman
Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, mengatakan bahwa pembukaan kembali Palisades akan menjaga harga listrik tetap rendah, meningkatkan produksi listrik domestik, dan memastikan daya saing Michigan untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Holtec awalnya membeli pembangkit listrik dengan rencana untuk membongkarnya, tetapi mengubah rencana setelah adanya minat yang meningkat terhadap energi nuklir. Microsoft (MSFT) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka membutuhkan banyak energi untuk menggerakkan AI, sehingga mereka berencana untuk menggunakan Three Mile Island, yang akan membuka kembali fasilitas nuklirnya pada tahun 2028.
Three Mile Island adalah lokasi kecelakaan terburuk di pembangkit listrik nuklir komersial AS pada tahun 1979. Asosiasi Energi Internasional (IEA) dalam laporannya tentang permintaan listrik tahun ini mengatakan bahwa pusat data akan menjadi sepertiga dari kebutuhan listrik baru di AS hingga tahun 2026 dan lebih dari dua kali lipat secara global hingga tahun 2026 menjadi 1.000 terawatt-jam. "Permintaan ini setara dengan konsumsi listrik Jepang", kata IEA. "Peraturan yang diperbarui dan peningkatan teknologi, termasuk efisiensi, akan sangat penting untuk mengurangi lonjakan konsumsi energi".
Namun, upaya ini sangat mengkhawatirkan karena dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Pembangkit listrik nuklir memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan bencana besar. Selain itu, biaya pembangunan dan pemeliharaan pembangkit listrik nuklir sangat tinggi dan tidak efisien. Lebih baik kita fokus pada pengembangan energi terbarukan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kita tidak boleh mengorbankan keselamatan dan keseimbangan lingkungan demi kepentingan ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan energi telah meningkat pesat, terutama karena perkembangan teknologi AI. Oleh karena itu, kita perlu mencari sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pembukaan kembali pembangkit listrik nuklir Palisades dapat menjadi salah satu solusi, tetapi kita harus tetap waspada terhadap risiko yang terkait dan fokus pada pengembangan energi terbarukan.