- Microsoft memperbarui asisten AI pribadi, Copilot, dengan desain dan fitur baru yang mencakup rangkuman berita harian dan interaksi suara alami.
- Copilot dapat diakses melalui bilah tugas Windows, tombol khusus pada laptop dan keyboard Windows terbaru, dan bilah sisi browser Edge milik Microsoft.
- Microsoft berkomitmen untuk menambahkan lebih banyak sumber berita dari waktu ke waktu dan memprioritaskan etika, privasi, dan keamanan dalam pengembangan AI.
pibitek.biz -Microsoft tengah memperbarui asisten AI pribadinya, Copilot, dengan desain dan fitur baru yang mencakup rangkuman berita harian, interaksi suara alami, dan kemampuan AI untuk menjadi pendamping saat menjelajahi web. Perubahan ini merefleksikan visi Microsoft yang lebih luas untuk layanan AI konsumen di bawah kepemimpinan Mustafa Suleyman, mantan wakil presiden Google dan salah satu pendiri DeepMind yang ditunjuk sebagai CEO Microsoft AI awal tahun ini. Suleyman menyatakan bahwa Copilot bukanlah alat statis, melainkan interaksi dinamis, muncul, dan berkembang.
2 – Bahaya AI: ChatGPT Digunakan untuk Kembangkan Malware 2 – Bahaya AI: ChatGPT Digunakan untuk Kembangkan Malware
3 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat 3 – OSCAL TIGER 13: Ponsel Pintar dengan Kamera AI nan Hebat
Copilot bertujuan untuk memberikan dukungan tanpa henti bagi pengguna agar mereka dapat menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah persaingan yang ketat dengan platform AI seperti Claude milik Anthropic, Google Gemini, dan ChatGPT yang dikembangkan mitra OpenAI, Microsoft menghadapi tantangan untuk membedakan dirinya dalam pasar yang semakin ramai. Namun, seperti halnya layanan Copilot Microsoft 365 untuk bisnis, perusahaan memiliki keunggulan dengan memanfaatkan platform yang ada untuk mendorong adopsi Copilot untuk penggunaan pribadi.
Copilot dapat diakses melalui bilah tugas Windows, tombol khusus pada laptop dan keyboard Windows terbaru, dan bilah sisi browser Edge milik Microsoft. Microsoft merilis antarmuka Copilot pribadi yang diperbarui dan fitur baru mulai hari ini di aplikasi iOS, Android, Windows, dan portal web Copilot. Salah satu fitur baru yang menonjol adalah Copilot Daily, yang menyediakan rangkuman berita yang dipersonalisasi berdasarkan minat pengguna. Copilot Daily mengumpulkan berita dari berbagai sumber terpercaya, termasuk Reuters, Axel Springer, Hearst Magazines, USA TODAY Network, dan Financial Times.
Microsoft berkomitmen untuk menambahkan lebih banyak sumber berita dari waktu ke waktu. Microsoft menyatakan bahwa perusahaan memberikan kompensasi kepada mitra penerbitannya, tetapi tidak mengumumkan detail spesifik mengenai ketentuan finansialnya. Microsoft mengutip pembagian pendapatan dengan penerbit melalui MSN sebagai contoh kerja sama sebelumnya dengan outlet berita. Sebagai tambahan, Microsoft merilis Copilot Labs, yang akan memberikan akses kepada pengguna terhadap fitur eksperimental sebelum dirilis secara luas.
Dua fitur baru telah diumumkan di bawah payung ini: Pertama, Copilot Labs memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan Copilot menggunakan suara mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memberi perintah dan meminta informasi dari Copilot dengan cara yang lebih alami dan intuitif. Kedua, Copilot Labs memberikan kemampuan untuk menjelajahi web bersama Copilot. Fitur ini memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan personal kepada pengguna saat mereka menjelajahi web. Microsoft membuat Copilot Labs tersedia untuk pengguna layanan berlangganan Copilot Pro seharga $20 per bulan.
Microsoft juga mengumumkan serangkaian pembaruan terkait Copilot PC, termasuk kemampuan pencarian Windows yang ditingkatkan, kemampuan untuk meningkatkan resolusi gambar di aplikasi Foto, dan pratinjau fitur yang disebut "Klik untuk Melakukan", yang menampilkan overlay pada layar untuk menyarankan tindakan cepat yang dapat dilakukan pengguna. Fitur utama Copilot PC, Recall, ditunda karena kekhawatiran terkait privasi dan keamanan. Perusahaan mengatasi masalah ini dalam pengumuman minggu lalu. Recall dijadwalkan dirilis ke Windows Insiders di Copilot PC yang didukung Snapdragon pada bulan Oktober, dan di Copilot PC yang didukung Intel dan AMD pada bulan November.
Perkembangan Copilot ini menunjukkan bahwa Microsoft sangat serius dalam menjadikan AI sebagai pusat pengalaman komputasi mereka. Namun, ada kekhawatiran bahwa ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat berdampak negatif pada kehidupan manusia. Terutama dalam hal privasi data, manipulasi informasi, dan pengangguran. Microsoft juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan etika. Software AI yang canggih seperti Copilot memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, memberikan informasi yang lebih cepat, dan membantu dalam pengambilan keputusan.
Tetapi kita harus waspada terhadap potensi penyalahgunaan dan dampak sosial negatif yang ditimbulkannya. Microsoft harus bertanggung jawab dalam mengembangkan dan menerapkan AI. Mereka harus memprioritaskan etika, privasi, dan keamanan. Mereka juga perlu memastikan bahwa teknologi mereka digunakan untuk kebaikan bersama dan bukan hanya keuntungan komersial. Microsoft telah mengambil langkah-langkah awal dalam hal ini. Perusahaan telah membentuk dewan etika AI dan berkomitmen untuk membangun teknologi yang inklusif dan bertanggung jawab.
Namun, lebih banyak upaya diperlukan untuk memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan bersama. Meskipun ada kekhawatiran tersebut, Copilot tetap memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi. Dengan kemampuan untuk berinteraksi secara alami, menyediakan informasi yang dipersonalisasi, dan membantu kita dalam tugas sehari-hari, Copilot dapat menjadi alat yang sangat berharga. Kita harus melangkah dengan hati-hati, tetapi kita juga harus terbuka terhadap potensi AI untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.