- D-Wave dan Rigetti menghadapi ancaman delisting dari bursa saham karena harga saham di bawah $1 selama 30 hari berturut-turut.
- Delisting dapat mempersulit perusahaan mendapatkan pendanaan dan menarik bakat, serta merusak kepercayaan investor.
- Ancaman delisting ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan industri komputasi kuantum secara keseluruhan.
pibitek.biz -Perusahaan komputasi kuantum D-Wave dan Rigetti kembali menghadapi ancaman delisting dari bursa saham. Ini adalah kali ketiga bagi D-Wave, yang telah menerima pemberitahuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) pada tanggal 2 Oktober 2024. Rigetti juga telah menerima pemberitahuan delisting untuk kedua kalinya, yang pertama pada akhir tahun 2023. Pemberitahuan potensi delisting ini muncul setelah harga saham kedua perusahaan tersebut berada di bawah $1 selama 30 hari berturut-turut. Delisting dapat menyebabkan perusahaan kehilangan akses ke pasar modal dan mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.
2 – Fitur Canvas ChatGPT Tampilkan Perubahan Teks 2 – Fitur Canvas ChatGPT Tampilkan Perubahan Teks
3 – Bahaya AI: ChatGPT Digunakan untuk Kembangkan Malware 3 – Bahaya AI: ChatGPT Digunakan untuk Kembangkan Malware
Mengumpulkan dana di pasar publik selalu berisiko, terutama bagi pengembang komputer kuantum. Waktu untuk mendapatkan keuntungan (komersialisasi yang luas) masih belum jelas dan menjadi perdebatan yang hangat di antara para ahli. D-Wave, setidaknya, memiliki beberapa pelanggan yang menggunakan sistem D-Wave dalam pengaturan produksi. CEO Alan Baratz telah menegaskan bahwa D-Wave masih beroperasi dan siap untuk bisnis. Sistem D-Wave adalah perangkat quantum annealing, yang mirip dengan komputasi analog, dan telah menunjukkan kinerja yang solid dalam hal optimasi.
Tantangannya adalah untuk mengembangkan basis pelanggan (membangun aliran pendapatan) dengan pendekatan ini. D-Wave telah melaporkan pemberitahuan pelanggaran (delisting) pada bulan Maret dan Oktober 2023, dan baru-baru ini pada Oktober 2024. D-Wave menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk mengatasi kekurangan harga saham dan kembali memenuhi standar pencatatan NYSE. Perusahaan dapat kembali memenuhi persyaratan jika pada hari perdagangan terakhir dari setiap bulan dalam periode penyelesaian, harga saham ditutup setidaknya $1,00 dan harga saham rata-rata selama 30 hari perdagangan berakhir pada hari perdagangan terakhir bulan tersebut setidaknya $1,00.
D-Wave juga dapat mempertimbangkan alternatif, termasuk pemisahan saham terbalik, yang memerlukan persetujuan pemegang saham. Pemisahan saham terbalik dapat meningkatkan harga saham, tetapi juga dapat mengencerkan kepemilikan pemegang saham dan memicu penurunan kepercayaan investor. Rigetti mengejar strategi komputasi kuantum berbasis gerbang tradisional yang didasarkan pada qubit superkonduktor. Tahun lalu, Rigetti menjadi pengembang sistem kuantum pertama yang menawarkan Quantum Processing Unit (QPU) secara terpisah dan bekerja sama dengan program mitra yang melibatkan pemasok komponen sistem lainnya, seperti sistem kontrol, lemari pendingin pengenceran, dan software.
Apakah ini adalah awal dari "pasar pedagang" untuk membangun sistem kuantum sendiri masih harus dilihat. Rigetti menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk secara aktif memantau harga penawaran saham mereka dan, jika perlu, akan mempertimbangkan pilihan yang tersedia untuk kembali memenuhi aturan harga penawaran, termasuk kemungkinan melakukan pemisahan saham terbalik. Delisting dari bursa saham merupakan pukulan besar bagi kedua perusahaan, yang merupakan pemimpin dalam industri komputasi kuantum yang sedang berkembang.
Delisting dapat mempersulit mereka untuk mendapatkan pendanaan dan menarik bakat, serta dapat merusak kepercayaan investor. Ancaman delisting ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan industri komputasi kuantum secara keseluruhan. Meskipun komputasi kuantum memiliki potensi besar untuk merevolusi berbagai bidang, industri ini masih dalam tahap awal dan menghadapi tantangan yang signifikan. Delisting D-Wave dan Rigetti bisa jadi merupakan sinyal bahwa investor belum yakin dengan prospek jangka pendek industri komputasi kuantum.
Investor mungkin tidak ingin mengambil risiko pada perusahaan yang belum menghasilkan keuntungan dan yang operasinya masih dalam tahap pengembangan. Delisting D-Wave dan Rigetti juga dapat menghambat perkembangan industri komputasi kuantum secara keseluruhan. Investor yang enggan untuk mendukung perusahaan komputasi kuantum dapat menyebabkan penurunan investasi dalam riset dan pengembangan, yang pada akhirnya dapat memperlambat kemajuan industri. Penting untuk dicatat bahwa ancaman delisting tidak selalu berujung pada penghapusan perusahaan dari bursa saham.
Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan harga saham mereka dan kembali memenuhi persyaratan pencatatan. Namun, ancaman delisting ini merupakan peringatan bagi D-Wave dan Rigetti bahwa mereka perlu menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam bisnis mereka untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor. Investor terus mengawasi dengan saksama perkembangan industri komputasi kuantum dan akan menunggu untuk melihat apakah D-Wave dan Rigetti dapat mengatasi tantangan mereka dan kembali memenuhi standar pencatatan.
Keberhasilan mereka akan memiliki implikasi yang signifikan bagi masa depan industri komputasi kuantum secara keseluruhan. Keadaan ini menjadi indikasi jelas bahwa industri komputasi kuantum masih dalam tahap awal dan membutuhkan waktu untuk mencapai kematangan. Perjalanan yang panjang dan penuh tantangan masih menanti para pengembang komputer kuantum, dan delisting D-Wave dan Rigetti bisa menjadi batu sandungan dalam perjalanannya.