- Implementasi AI dan ML dalam keamanan siber meningkatkan strategi keamanan organisasi.
- Fortinet menawarkan solusi keamanan yang terintegrasi dengan AI dan ML untuk meningkatkan postur keamanan bisnis.
- Organisasi harus mempertimbangkan privasi data dan keamanan dalam implementasi AI Generatif.
pibitek.biz -Keamanan siber telah menjadi isu yang sangat mendesak di era digital saat ini. Kemajuan teknologi yang pesat, terutama dalam bidang AI dan machine learning (ML), telah membuka peluang baru bagi para pemangku kepentingan dalam melindungi aset digital mereka dari ancaman siber yang semakin canggih. Implementasi AI dan ML dalam solusi keamanan siber menawarkan pendekatan yang lebih proaktif dan cerdas dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang. Alain Penel, seorang pakar keamanan siber dari Fortinet, mengumumkan bahwa AI dan ML menjadi kekuatan pendorong dalam transformasi industri keamanan siber.
2 – Misteri Profil Google Scholar Sir Isaac Newton 2 – Misteri Profil Google Scholar Sir Isaac Newton
3 – Kebocoran Data Asuransi Globe Life dan Upaya Pemerasan 3 – Kebocoran Data Asuransi Globe Life dan Upaya Pemerasan
Ia menekankan bahwa AI memiliki peran krusial dalam meningkatkan strategi keamanan siber organisasi. Solusi yang ditenagai AI memungkinkan organisasi untuk menganalisis data dalam skala besar dan mendeteksi pola yang mungkin terlewatkan oleh metode tradisional. Kemampuan ini memberdayakan organisasi untuk secara proaktif mengidentifikasi ancaman, termasuk serangan yang menggunakan teknik canggih. AI mampu mengubah cara organisasi mendeteksi dan merespons ancaman siber. Solusi keamanan siber yang ditingkatkan dengan AI telah terbukti meningkatkan akurasi deteksi ancaman, mengurangi alarm palsu, dan memungkinkan respons insiden yang lebih cepat.
Hal ini secara keseluruhan memperkuat postur keamanan bisnis. Selain itu, analisis perilaku memungkinkan organisasi untuk membangun perilaku dasar pengguna dan jaringan, dan segera menandai penyimpangan yang mengindikasikan serangan ransomware atau kampanye APT. Fortinet, sebagai perusahaan terkemuka di bidang solusi keamanan siber, telah lama menggunakan teknologi AI dan ML sebagai inti dari solusi keamanan mereka. Perusahaan ini telah mengintegrasikan AI ke dalam Security Fabric mereka, yang merupakan pendekatan terpadu yang memanfaatkan teknologi AI untuk deteksi dan respons ancaman yang proaktif.
Solusi Fortinet mencakup berbagai bidang, mulai dari mengamankan perangkat IoT hingga memperkuat lingkungan edge, guna mengatasi tantangan yang kompleks yang muncul dari inovasi teknologi yang cepat dan keamanan siber. Salah satu keunggulan utama Fortinet adalah pengembangan in-house terhadap FortiGuard Threat Intelligence. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menerapkan AI secara konsisten di berbagai sumber data, yang secara signifikan memperluas cakupan dan skala penggunaan AI dalam solusi keamanan siber mereka.
Pada bulan April, Fortinet merilis asisten AI Generatif yang baru dan disempurnakan untuk FortiAI, yang sebelumnya dikenal sebagai Fortinet Advisor. Kemampuan ini terintegrasi ke dalam solusi FortiAnalyzer, FortiSIEM, dan FortiSOAR. Peningkatan ini membantu tim operasi keamanan, terlepas dari ukurannya, dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan merespons ancaman dengan lebih cepat melalui penyederhanaan tugas yang paling rumit. Penggunaan AI dan ML dalam keamanan siber telah membawa angin segar, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang privasi data dan keamanan di berbagai organisasi di seluruh dunia.
Keamanan dan privasi data menjadi prioritas utama bagi para pembuat keputusan dalam mempertimbangkan adopsi AI Generatif. Untuk mengatasi tantangan ini, langkah pertama yang harus diambil adalah menerapkan praktik enkripsi dan manajemen data yang kuat. Langkah ini memastikan perlindungan data sensitif di setiap tahap siklus data. Penting untuk memastikan bahwa organisasi mengikuti standar keamanan siber global dan mematuhi kerangka kerja yang diakui seperti GDPR atau ISO 27001. Melalui kepatuhan terhadap standar dan kerangka kerja tersebut, organisasi dapat memastikan bahwa mereka menerapkan praktik terbaik untuk perlindungan data.
Fortinet menyediakan solusi yang dirancang untuk mengintegrasikan standar keamanan siber secara lancar, sehingga organisasi dapat fokus pada inisiatif AI mereka tanpa mengorbankan keamanan data. Penggunaan AI Generatif untuk meningkatkan keamanan siber di lingkungan kerja modern memerlukan perhatian khusus untuk memastikan bahwa implementasi AI Generatif selaras dengan standar dan regulasi privasi data. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan melakukan penilaian risiko dan audit secara berkala.
Langkah ini membantu mengidentifikasi kerentanan potensial sebelum menjadi masalah. Dengan pendekatan proaktif ini, organisasi dapat memastikan bahwa keamanan terintegrasi ke dalam penerapan AI Generatif sejak awal, bukannya sebagai tambahan di kemudian hari. Meskipun kekhawatiran mengenai privasi data dan keamanan terkait AI Generatif sah, dengan pendekatan yang tepat, kekhawatiran tersebut dapat dikelola dengan efektif. Namun, ada beberapa tantangan lain yang dihadapi organisasi dalam mengimplementasikan solusi AI dan ML untuk keamanan siber.
Salah satu tantangan terbesar yang sering disebutkan oleh organisasi adalah biaya yang tinggi, kurangnya profesional AI Generatif yang terampil, dan kekhawatiran tentang privasi data dan keamanan. Kekurangan talenta terampil sangat menghambat adopsi AI. AI merupakan teknologi kompleks, dan tanpa keahlian yang tepat, sulit bagi organisasi untuk memanfaatkan potensi penuhnya. Organisasi memerlukan para ahli yang memahami AI dan tantangan spesifik keamanan siber dalam lingkungan AI. Tanpa pakar ini, organisasi tidak hanya akan kesulitan dalam menerapkan AI dan ML, tetapi juga dalam mengamankan teknologi tersebut secara tepat.
Kekurangan talenta terampil dapat memperlambat proses adopsi karena perusahaan ragu untuk maju tanpa tim yang tepat atau menghadapi masalah setelah penerapan yang bisa dihindari dengan talenta yang tepat sejak awal. Oleh karena itu, kesenjangan talenta merupakan masalah besar dalam ruang lingkup AI dan ML. Biaya juga merupakan hambatan utama dalam implementasi AI dan ML, terutama ketika mempertimbangkan infrastruktur, talenta, dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Organisasi dapat mulai dengan proyek yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dan secara bertahap meningkatkannya untuk mengendalikan biaya.
Bermitra dengan vendor yang menawarkan solusi yang skalabel juga dapat membantu bisnis mendapatkan nilai maksimal dari investasi mereka sambil menjaga biaya tetap terkendali. Fortinet menawarkan beberapa solusi keamanan yang menguntungkan bagi CISO dalam meningkatkan postur keamanan mereka. Fortinet Security Fabric Platform memberikan solusi terpadu bagi CISO dalam mengelola semua solusi keamanan mereka dalam satu tempat. Platform ini mempermudah CISO dalam memantau aktivitas di seluruh jaringan, dari cloud hingga edge.
Dengan demikian, CISO dapat memastikan bahwa tindakan keamanan konsisten dan tidak ada yang lolos dari pengawasan. Selain itu, platform ini menyederhanakan manajemen, yang selalu menjadi keuntungan. Konsep Zero Trust telah menjadi fokus utama dalam dunia keamanan siber. Prinsipnya sederhana namun kuat: jangan percaya siapa pun, verifikasi semuanya. Di dunia di mana ancaman dapat berasal dari dalam atau luar organisasi, CISO harus memastikan bahwa setiap pengguna dan perangkat yang mencoba mengakses jaringan diautentikasi dan diotorisasi.
Solusi Fortinet seperti otentikasi multifaktor (MFA) dan manajemen identitas dan akses (IAM) merupakan komponen penting dalam penerapan pendekatan Zero Trust secara efektif. Dengan berkembangnya budaya kerja hibrida, karyawan tersebar di berbagai kantor dan lokasi jarak jauh. Pengamanan titik akhir seperti laptop, smartphone, dan perangkat IoT menjadi lebih penting dari sebelumnya. CISO harus berinvestasi dalam solusi perlindungan titik akhir canggih yang dapat mendeteksi dan merespons ancaman secara real-time.