- Penggunaan platform AI seperti OpenAI dan Gemini AI dapat menimbulkan risiko keamanan data perusahaan, karena model AI memerlukan data dalam jumlah besar yang dapat berisi informasi sensitif atau rahasia.
- Platform AI dapat menjadi sasaran empuk bagi para penjahat siber, dan kerentanan dapat menyebabkan paparan data sensitif, sehingga perusahaan harus siap untuk mengurangi risiko ini dengan mengadopsi mentalitas keamanan-pertama.
- Perusahaan harus berfokus pada strategi pemasaran dan pembuatan konten yang aman dan digerakkan oleh manusia, serta membatasi penggunaan AI untuk tugas yang tidak sensitif, untuk menghindari risiko keamanan yang terkait dengan platform AI.
pibitek.biz -Keamanan data perusahaan menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi. Di era digital, teknologi AI berkembang pesat, menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi bisnis. Platform AI seperti OpenAI dan Gemini AI menawarkan kemampuan canggih untuk berbagai keperluan, seperti meningkatkan efisiensi, analisis data, dan pengembangan produk. Namun, di balik kemudahan dan daya tarik yang ditawarkan, mengintegrasikan platform AI ini ke dalam infrastruktur perusahaan dapat menimbulkan risiko keamanan yang serius.
2 – Ransomware BianLian Serang Rumah Sakit Anak Boston 2 – Ransomware BianLian Serang Rumah Sakit Anak Boston
3 – Pemerintah AS Perkuat Keamanan Digital dengan RPKI dan Bahasa Aman 3 – Pemerintah AS Perkuat Keamanan Digital dengan RPKI dan Bahasa Aman
Risiko ini perlu dipahami dan ditanggapi dengan serius, mengingat potensi kerugian besar yang dapat ditimbulkan bagi perusahaan. Salah satu kekhawatiran utama adalah bagaimana platform AI ini menangani privasi data. Model AI memerlukan data dalam jumlah besar untuk berfungsi optimal. Data ini seringkali termasuk informasi sensitif atau rahasia milik perusahaan. Ketika menggunakan platform AI, perusahaan mungkin tanpa sadar membuka akses terhadap rahasia dagang, informasi pelanggan, atau strategi bisnis kepada pihak ketiga.
Meskipun platform ini menjamin anonimisasi atau pengolahan data yang aman, sulit untuk menjamin sepenuhnya bahwa informasi sensitif tidak disimpan atau dibagikan dengan cara yang dapat membahayakan perusahaan. Contohnya, menyerahkan kode sumber milik perusahaan untuk keperluan debugging kepada model AI dapat berujung pada penyimpanan data secara permanen atau digunakan kembali dalam sesi pelatihan model di masa mendatang. Kode sumber yang menjadi aset berharga bagi perusahaan dapat menjadi aksesibel bagi pengguna lain platform AI, dan menjadi ancaman nyata bagi perusahaan.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah potensi kebocoran data melalui kerentanan platform atau akses tidak sah. Misalnya, pesaing mungkin memasukkan data serupa ke dalam model AI yang sama, memungkinkan mereka untuk secara tidak sengaja memperoleh informasi yang menyerupai rahasia dagang perusahaan. Situasi ini menempatkan perusahaan dalam posisi rentan terhadap potensi spionase korporasi. Penting untuk diingat bahwa platform OpenAI dan Gemini AI adalah layanan berbasis awan. Di sebagian besar lingkungan perusahaan, data sensitif disimpan di server aman atau awan pribadi.
Namun, ketika menggunakan platform AI berbasis awan, perusahaan kehilangan kendali atas lokasi pemrosesan data mereka. Meskipun platform awan menerapkan protokol isolasi data, tetap ada risiko kebocoran data melalui kesalahan konfigurasi atau gangguan teknis. Contohnya, pada Maret 2023, OpenAI mengalami pelanggaran data di mana informasi pengguna, termasuk percakapan antara pengguna dan platform, secara tidak sengaja terungkap. Kejadian ini, meskipun jarang, menunjukkan risiko inheren yang terkait dengan penggunaan platform AI pihak ketiga.
Bahkan dengan langkah-langkah keamanan yang kuat, kerentanan dapat menyebabkan paparan data sensitif, dan perusahaan harus siap untuk mengurangi risiko ini. Salah satu masalah paling menantang adalah sifat "black box" dari platform AI ini. Bahkan pengembang berpengalaman mungkin kesulitan memahami bagaimana data mereka diproses di dalam sistem. Ketidakmampuan untuk melihat atau mengendalikan cara data digunakan membuat perusahaan buta terhadap potensi risiko. Platform ini tidak menawarkan banyak pilihan penyesuaian, sehingga perusahaan yang memiliki protokol keamanan khusus harus mengandalkan langkah-langkah keamanan standar platform, yang mungkin tidak memenuhi kebutuhan unik mereka.
Platform AI yang terkenal seperti OpenAI dan Gemini AI menjadi sasaran empuk bagi para penjahat siber. Mereka menyadari bahwa platform ini menyimpan data yang berlimpah dari berbagai industri, menjadikannya sasaran ideal untuk pelanggaran skala besar. Jika terjadi pelanggaran, tidak hanya data perusahaan yang dapat dikompromikan, tetapi informasi sensitif bisnis lain juga dapat terpapar. Perusahaan perlu menyadari bahwa model AI dapat menjadi sasaran serangan adversarial, di mana peretas memanipulasi data input untuk menipu AI agar membuat keputusan yang salah.
Kesulitan dalam mendeteksi dan mempertahankan serangan ini meningkatkan kerentanan platform AI. Industri tertentu diatur oleh peraturan ketat mengenai penanganan data, terutama di sektor kesehatan dan keuangan. Jika perusahaan menggunakan platform AI yang tidak mematuhi standar yang diperlukan, mereka berisiko melanggar peraturan. Misalnya, Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa menetapkan persyaratan ketat tentang cara perusahaan menangani data pribadi. Ketidakpatuhan terhadap GDPR dapat mengakibatkan denda besar dan kerusakan reputasi.
Platform AI mungkin tidak selalu transparan tentang berapa lama mereka menyimpan data atau cara penyimpanan data tersebut. Departemen pemasaran perusahaan sering menggunakan platform AI untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan konten hingga perencanaan kampanye pemasaran. Departemen pemasaran sering menangani data pelanggan, informasi produk, dan strategi promosi masa depan. Penggunaan platform AI oleh tim pemasaran dapat mengakibatkan paparan data rahasia secara tidak sengaja. Misalnya, tim pemasaran mungkin menggunakan platform AI untuk membantu menulis konten tentang peluncuran produk mendatang.
Jika informasi sensitif dimasukkan ke dalam platform, informasi tersebut dapat disimpan dan terungkap melalui pelanggaran data. Platform AI mungkin mengklaim anonimisasi data, tetapi ada kemungkinan informasi rahasia tetap dapat diakses. Untuk menghindari risiko ini, perusahaan sebaiknya menggunakan konten tertulis manusia yang dihasilkan secara internal atau melalui penyedia tepercaya. Pendekatan ini memastikan bahwa data sensitif tetap berada di bawah kendali perusahaan dan sesuai dengan protokol keamanan perusahaan.
Saat AI semakin terintegrasi ke dalam operasi bisnis, para penjahat siber juga mengembangkan taktik mereka. Mereka kini menggunakan AI untuk mengotomatiskan serangan phishing atau mengembangkan malware yang beradaptasi dengan pertahanan keamanan perusahaan. Alat yang diandalkan perusahaan dapat diubah menjadi senjata melawan mereka jika jatuh ke tangan yang salah. Platform AI seperti OpenAI dan Gemini AI tidak menawarkan tingkat kontrol yang dibutuhkan banyak perusahaan untuk mengamankan operasi mereka secara menyeluruh.
Jika perusahaan menggunakan alat AI tanpa memahami secara mendalam cara penanganan data, perusahaan mungkin secara tidak sengaja mengekspos dirinya terhadap ancaman siber. Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan platform AI, perusahaan harus berfokus pada strategi pemasaran dan pembuatan konten yang aman dan digerakkan oleh manusia. Perusahaan dapat menghindari jebakan konten yang dihasilkan AI dengan menggunakan penulis manusia yang terikat oleh protokol keamanan ketat.
Perusahaan juga harus membatasi penggunaan AI untuk tugas yang tidak sensitif, misalnya, AI dapat bermanfaat untuk analisis data atau otomatisasi tugas berulang, tetapi tidak boleh digunakan untuk proses yang melibatkan data pelanggan sensitif atau informasi rahasia. Meskipun AI berpotensi merevolusi operasi bisnis, platform seperti OpenAI dan Gemini AI menghadirkan risiko keamanan signifikan yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mulai dari pelanggaran data hingga tantangan kepatuhan, platform ini memperkenalkan kerentanan yang berdampak jangka panjang bagi bisnis. Perusahaan harus mengadopsi mentalitas keamanan-pertama ketika mengintegrasikan AI ke dalam operasi mereka, memastikan bahwa informasi sensitif tetap terlindungi setiap saat.