Aturan Baru X: Ancaman Privasi, Data Pengguna Latih AI Grok



Aturan Baru X: Ancaman Privasi, Data Pengguna Latih AI Grok - credit to: pcmag - pibitek.biz - Spam

credit to: pcmag


336-280
TL;DR
  • Perubahan aturan di X memungkinkan penggunaan data pengguna untuk melatih AI.
  • Pengguna khawatir tentang privasi dan penyalahgunaan data pribadi mereka.
  • Fitur blokir diubah sehingga postingan yang diblokir tetap terlihat.

pibitek.biz -Elon Musk, pemilik X, platform media sosial yang dulunya dikenal sebagai Twitter, telah mengumumkan perubahan besar pada platform tersebut. Perubahan ini mencakup beberapa aturan baru yang akan diterapkan pada tanggal 15 November 2023. Aturan baru ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna X dan ahli teknologi, khususnya tentang penggunaan data pengguna tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Salah satu aturan baru yang paling kontroversial adalah pengumuman bahwa postingan pengguna di X dapat digunakan untuk melatih AI milik X, yang dikenal sebagai Grok.

Sebelum perubahan ini, X telah menggunakan data pengguna untuk melatih AI Grok secara diam-diam. Namun, perubahan terbaru ini secara resmi mengizinkan X untuk menggunakan semua postingan publik, serta interaksi pengguna dengan Grok, untuk melatih model AI miliknya. Meskipun X menyatakan bahwa hal ini bertujuan untuk meningkatkan layanan dan menyediakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna, banyak yang khawatir bahwa data pribadi mereka akan digunakan tanpa izin untuk tujuan yang tidak mereka setujui.

Ketakutan akan penyalahgunaan data pengguna untuk tujuan komersial atau bahkan politik semakin menambah kekhawatiran. Perubahan ini telah memicu perdebatan sengit di antara para pengamat teknologi dan pengguna X. Beberapa pengguna menyatakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan baru ini, sementara yang lain berpendapat bahwa ini adalah langkah yang diperlukan untuk pengembangan teknologi AI di masa depan. Kritikus berpendapat bahwa perubahan ini merupakan pelanggaran privasi yang serius, dan dapat berdampak negatif terhadap kebebasan berekspresi dan percakapan publik di X.

Di sisi lain, pendukung perubahan ini berpendapat bahwa data pengguna sangat penting untuk melatih model AI yang lebih canggih dan efektif. Mereka percaya bahwa AI dapat digunakan untuk meningkatkan berbagai aspek kehidupan, termasuk layanan pelanggan, penelitian ilmiah, dan bahkan mengatasi masalah sosial. Namun, mereka juga menekankan pentingnya transparansi dan privasi dalam pengembangan dan penggunaan AI. Penggunaan data pengguna untuk melatih AI merupakan tren yang sedang berkembang di dunia teknologi.

Perusahaan besar seperti Google, Facebook, dan Amazon telah menggunakan data pengguna untuk melatih model AI mereka. Namun, penggunaan data pengguna tanpa izin mereka telah menimbulkan kontroversi dan pertanyaan etis. Perdebatan etika seputar penggunaan data pengguna dalam pengembangan AI telah menjadi topik hangat di berbagai forum internasional, dengan banyak ahli dan organisasi yang mendesak agar perusahaan teknologi lebih transparan dan bertanggung jawab dalam menggunakan data pengguna. Selain itu, perubahan terbaru ini juga mencantumkan aturan baru tentang penggunaan layanan X, yang mencakup sanksi bagi pengguna yang mengakses terlalu banyak postingan.

Aturan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan platform oleh pesaing yang ingin mengambil data untuk melatih AI mereka sendiri. Kebijakan baru ini telah memicu kekhawatiran tentang potensi pembatasan akses informasi bagi peneliti akademis yang menggunakan alat scraping otomatis untuk memahami platform X dan dampaknya terhadap percakapan publik. Meskipun X menyatakan bahwa kebijakan baru ini dimaksudkan untuk melindungi sumber daya sistem dan mencegah penyalahgunaan, banyak yang khawatir bahwa hal ini dapat menghambat penelitian akademis yang penting.

Perubahan ini juga mencakup perubahan pada cara kerja fitur blokir di X. Fitur blokir sebelumnya dirancang untuk menyembunyikan postingan pengguna yang diblokir dari pandangan pengguna lain. Namun, X berencana untuk mengubah fitur ini sehingga postingan pengguna yang diblokir tetap terlihat oleh pengguna lain, meskipun mereka tidak dapat berinteraksi dengannya. Perubahan ini telah memicu kritik dari para ahli kebebasan pers dan hak asasi manusia. Mereka khawatir bahwa perubahan ini dapat mengarah pada penyensoran dan penindasan, serta mempersulit penelitian tentang platform X.

Kritikus berpendapat bahwa perubahan ini dapat berdampak negatif terhadap percakapan publik di platform X, dan dapat mengarah pada penyebaran informasi yang menyesatkan atau berbahaya. Mereka juga khawatir bahwa perubahan ini dapat memberikan lebih banyak kekuatan kepada X untuk mengontrol informasi yang dibagikan di platform tersebut. Selain itu, perubahan ini juga mencerminkan upaya X untuk lebih fokus pada pengembangan teknologi AI, khususnya Grok. Grok adalah chatbot AI yang dilatih untuk memahami dan menanggapi permintaan pengguna secara natural.

Meskipun Grok masih dalam tahap pengembangan, X berharap Grok akan menjadi layanan yang populer dan bermanfaat bagi pengguna. X berharap Grok akan dapat membantu pengguna dalam berbagai tugas, seperti menjawab pertanyaan, memberikan informasi, dan bahkan menciptakan konten baru. Pengumuman tentang perubahan ini datang pada saat X sedang mengalami perubahan besar di bawah kepemimpinan Elon Musk. Musk telah membuat sejumlah perubahan pada platform, termasuk pemotongan karyawan, perubahan kebijakan, dan peluncuran fitur baru.

Perubahan ini menunjukkan komitmen Musk untuk mengubah X menjadi platform teknologi yang lebih terintegrasi. Musk telah menyatakan bahwa visi-nya untuk X adalah untuk menciptakan platform yang lebih interaktif dan bermanfaat bagi pengguna, dengan fokus pada pengembangan teknologi AI. Perubahan ini masih belum sepenuhnya diterapkan dan masih ada kemungkinan perubahan lebih lanjut di masa depan. Namun, perubahan yang sudah diumumkan telah menunjukkan bahwa X berencana untuk terus berkembang dan berinovasi dalam teknologi AI.

Perubahan ini menunjukkan bahwa X sedang bergerak menuju model bisnis yang lebih berfokus pada pengembangan teknologi AI, dan bahwa data pengguna akan menjadi aset yang semakin penting bagi platform. X berencana untuk menggunakan AI untuk meningkatkan berbagai aspek platform, seperti personalisasi konten, deteksi spam, dan moderasi konten. Perubahan yang dilakukan X ini menunjukkan ambisi Elon Musk untuk menjadikan X sebagai platform teknologi yang lebih terintegrasi dan inovatif. Namun, perubahan ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan etis dan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pengguna dan percakapan publik di platform tersebut.

Perubahan yang dilakukan X telah memicu perdebatan di kalangan pengguna dan pengamat teknologi. Beberapa orang berpendapat bahwa perubahan ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup X dan pengembangan teknologi AI, sementara yang lain berpendapat bahwa perubahan ini mengancam privasi dan kebebasan berekspresi pengguna. Perubahan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan data pengguna, serta dampaknya terhadap kebebasan berekspresi dan percakapan publik di X. Meskipun X menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan layanan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna, banyak pengguna yang merasa bahwa perubahan ini mengancam privasi dan kebebasan mereka.