Komputasi Quantum Ancam Enkripsi Modern



Komputasi Quantum Ancam Enkripsi Modern - credit for: darkreading - pibitek.biz - Data

credit for: darkreading


336-280
TL;DR
  • Penelitian di Shanghai University menunjukkan ancaman komputasi kuantum terhadap enkripsi modern.
  • Quantum annealing dapat memecahkan kriptografi sebelum komputer kuantum universal tersedia.
  • Organisasi perlu mengadopsi enkripsi tahan kuantum untuk melindungi data.

pibitek.biz -Para peneliti di Shanghai University, China, telah menunjukkan bagaimana mekanika kuantum dapat menjadi ancaman nyata bagi skema enkripsi saat ini, bahkan sebelum komputer kuantum yang lengkap tersedia. Makalah mereka menggambarkan bagaimana mereka mengembangkan serangan kriptografi kunci publik RSA yang berfungsi menggunakan komputer kuantum Advantage milik D-Wave. Lebih khusus lagi, para peneliti menggunakan komputer tersebut untuk berhasil memfaktorkan bilangan bulat 50 bit menjadi faktor prima, sehingga memberi mereka cara untuk memperoleh kunci privat untuk dekripsi.

Peneliti keamanan yang telah melihat laporan tersebut umumnya tidak menganggap demonstrasi tersebut sebagai ancaman saat ini bagi sistem enkripsi modern, yang biasanya menggunakan kunci 2048 bit atau bahkan lebih besar. Memecahkan kunci 2048 bit ini masih tetap tidak memungkinkan secara komputasi, dan penelitian baru ini tidak mengubah fakta tersebut. Namun, penelitian ini menunjukkan potensi pendekatan kuantum untuk memecahkan kriptografi modern dengan cara yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya oleh para peneliti.

Penelitian China ini telah menarik banyak perhatian karena menggunakan pendekatan yang berbeda untuk memanfaatkan mekanisme kuantum untuk kriptografi. Secara khusus, penelitian ini melibatkan pendekatan kuantum yang disebut quantum annealing, yang biasanya diterapkan dalam proses seperti optimisasi dan pengambilan sampel, tetapi tidak terlalu banyak dalam faktorisasi. Sebagian besar penelitian tentang implikasi komputasi kuantum pada kriptografi telah difokuskan pada komputasi kuantum berbasis gerbang.

Quantum annealing milik D-Wave, yang beroperasi dengan lebih sedikit qubit daripada komputer kuantum universal yang diproyeksikan untuk kriptografi skala besar, berhasil memfaktorkan dengan efisiensi yang lebih tinggi. Dengan membayangkan kembali faktorisasi bilangan bulat RSA sebagai masalah optimisasi, para peneliti menunjukkan potensi quantum annealing untuk mengeksploitasi kerentanan kriptografi sebelum ketersediaan komputer kuantum universal. Meskipun kemajuan besar telah dicapai dalam pengembangan komputasi kuantum, komputer kuantum yang dapat memecahkan enkripsi yang digunakan saat ini masih jauh dari kenyataan.

Namun, penelitian China menunjukkan bahwa komputer kuantum dapat menjadi ancaman nyata di masa depan, dan penting bagi organisasi untuk bersiap menghadapi ancaman ini. Penting untuk dicatat bahwa komputer kuantum tidak hanya dapat memecahkan enkripsi yang digunakan saat ini, tetapi juga dapat digunakan untuk mengembangkan algoritma kriptografi baru yang lebih aman. Algoritma kriptografi baru ini akan sulit dipecahkan oleh komputer kuantum, dan akan memberikan keamanan yang lebih baik bagi data kita.

Organisasi dan individu perlu mengambil langkah-langkah untuk melindungi data mereka dari ancaman komputasi kuantum. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menggunakan enkripsi yang tahan terhadap kuantum. Enkripsi yang tahan terhadap kuantum adalah jenis enkripsi yang tidak dapat dipecahkan oleh komputer kuantum. Selain itu, penting bagi organisasi untuk mengembangkan strategi untuk beradaptasi dengan perkembangan komputasi kuantum. Strategi ini harus mencakup rencana untuk memperbarui sistem kriptografi yang ada, serta rencana untuk menggunakan algoritma kriptografi baru yang tahan terhadap kuantum.

Perkembangan teknologi komputasi kuantum masih sangat awal, tetapi sudah jelas bahwa teknologi ini memiliki potensi untuk merevolusi cara kita hidup dan bekerja. Penting bagi kita untuk memahami potensi ancaman dan peluang yang ditawarkan oleh komputasi kuantum, dan untuk bersiap menghadapi masa depan yang didorong oleh teknologi ini. Penting juga untuk dicatat bahwa penelitian China ini bukan hanya ancaman, tetapi juga kesempatan. Penelitian ini dapat membantu kita mengembangkan teknologi baru yang lebih aman, dan membantu kita memahami lebih dalam tentang dunia kuantum.

Secara keseluruhan, penelitian China ini merupakan langkah penting dalam pengembangan komputasi kuantum. Penelitian ini menunjukkan bahwa komputasi kuantum semakin dekat, dan bahwa kita harus mulai mempersiapkan diri menghadapi ancaman dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini. Komputasi kuantum merupakan ancaman yang nyata bagi keamanan siber di masa depan. Komputer kuantum memiliki kemampuan untuk memecahkan algoritma kriptografi yang digunakan saat ini, yang berarti bahwa data kita akan menjadi rentan terhadap serangan.

Namun, komputasi kuantum juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan teknologi baru yang lebih aman. Kita dapat memanfaatkan teknologi ini untuk membangun sistem kriptografi yang lebih kuat, dan untuk melindungi data kita dari ancaman baru. Dalam jangka panjang, pengembangan komputasi kuantum akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan keamanan siber. Penting bagi kita untuk terus memantau perkembangan teknologi ini dan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.