Misteri Profil Google Scholar Sir Isaac Newton



Misteri Profil Google Scholar Sir Isaac Newton - picture owner: bleepingcomputer - pibitek.biz - Fisika

picture owner: bleepingcomputer


336-280
TL;DR
  • Profil Google Scholar Sir Isaac Newton terverifikasi dan mencantumkan afiliasi MIT.
  • Verifikasi email di Google Scholar dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
  • Sistem verifikasi yang sederhana berisiko menimbulkan profil palsu dan ketidakakuratan.

pibitek.biz -Google Scholar, platform pencarian ilmiah yang terkenal, menghadirkan sebuah kejutan bagi pengguna. Sebuah profil milik Sir Isaac Newton, ilmuwan dan filsuf ternama, tertera di platform tersebut dengan keterangan "Email Terverifikasi". Hal ini memicu keingintahuan banyak orang, terlebih lagi ketika profil tersebut juga mencantumkan keterangan bahwa Newton merupakan "Profesor Fisika di MIT". Kabar ini pertama kali diungkap oleh Jay Cummings, seorang profesor matematika di California State University, Sacramento, melalui media sosial.

Postingan Cummings yang berisi tentang profil Google Scholar Newton ini dengan cepat menjadi viral dan mendapat banyak perhatian. Cummings dalam postingannya mengumumkan bahwa profil Newton terverifikasi dan bahkan mencantumkan informasi bahwa ia merupakan profesor di MIT. Umuman ini memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial. Ada yang merasa takjub, namun ada juga yang merasa lucu. Salah satu pengguna media sosial menyinggung Albert Einstein, ilmuwan besar lain yang juga memiliki profil Google Scholar.

Ia menyindir bahwa Einstein belum memverifikasi emailnya, seolah-olah menyinggung bahwa profil Einstein tidak terverifikasi dan tidak secanggih profil Newton. Keberadaan profil Newton di Google Scholar yang terverifikasi ini memang menimbulkan banyak pertanyaan. Beberapa orang bertanya-tanya bagaimana mungkin profil milik ilmuwan yang sudah meninggal dunia bisa terverifikasi dan bahkan dicantumkan sebagai profesor di sebuah universitas ternama. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan sebuah kemungkinan: Apakah ada seseorang di MIT, mungkin seorang perwakilan resmi, yang mengelola profil Google Scholar untuk para profesor yang telah meninggal dunia? Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari MIT dan Google, ada dugaan bahwa pembuatan profil dan verifikasi email di Google Scholar lebih sederhana dari yang diperkirakan.

Saat ini, profil yang terverifikasi di media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, telah menjadi sorotan. Banyak orang yang tertarik dengan tanda verifikasi yang diberikan oleh platform tersebut, terutama karena platform tersebut mulai menerapkan sistem berbayar untuk mendapatkan tanda verifikasi tersebut. Sistem verifikasi di media sosial ini memang bertujuan untuk memastikan bahwa akun yang terverifikasi merupakan akun resmi dari pemiliknya. Hal ini dilakukan melalui proses pengecekan yang ketat oleh tim verifikasi dari platform media sosial tersebut.

Namun, Google Scholar tidak menerapkan sistem verifikasi yang sama seperti platform media sosial lainnya. Sistem verifikasi Google Scholar hanya terbatas pada verifikasi alamat email. Setiap orang dapat membuat profil Google Scholar dengan memasukkan nama, afiliasi, kutipan, dan alamat email. Verifikasi email merupakan langkah opsional yang hanya memerlukan beberapa detik. Pengguna hanya perlu mengklik tautan verifikasi yang dikirimkan ke alamat email mereka dan akun mereka akan langsung terverifikasi.

Kemungkinan besar profil Google Scholar Newton diciptakan oleh seseorang yang bekerja atau pernah belajar di MIT. Kemungkinan besar juga profil tersebut dibuat tanpa proses verifikasi yang ketat dan hanya berdasarkan verifikasi alamat email. Hal ini dapat disimpulkan dengan adanya kemungkinan seseorang dengan mudah membuat profil Google Scholar untuk siapa pun, bahkan untuk orang yang sudah meninggal dunia, tanpa perlu melakukan proses verifikasi yang rumit. Mereka hanya perlu memiliki alamat email yang terkait dengan institusi yang dicantumkan dalam profil, kemudian memverifikasi alamat email tersebut melalui tautan yang dikirimkan oleh Google Scholar.

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan lain, apakah semua profil Google Scholar yang terverifikasi memang benar-benar milik orang yang tercantum di profil tersebut. Mungkin saja ada orang-orang yang memanfaatkan sistem verifikasi yang sederhana ini untuk membuat profil palsu atau membuat profil untuk orang yang sudah meninggal dunia, seperti yang terjadi pada profil Newton. Google Scholar sebagai platform pencarian ilmiah memang memiliki peran penting dalam dunia akademis. Platform ini membantu para peneliti menemukan artikel ilmiah yang relevan dengan bidang penelitian mereka.

Namun, sistem verifikasi yang sederhana di Google Scholar dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti munculnya profil palsu dan ketidakakuratan data. Ini tentu saja menjadi masalah serius karena dapat menciderai kredibilitas Google Scholar sebagai platform pencarian ilmiah yang terpercaya. Jika Google Scholar tidak segera memperbaiki sistem verifikasi mereka, maka platform ini berisiko kehilangan kredibilitasnya di mata para peneliti dan akademisi.