- Skytree menggunakan teknologi penangkapan karbon untuk mengurangi emisi CO2.
- Perusahaan Skytree berkomitmen mengembangkan teknologi penangkapan karbon langsung.
- Skytree mengembangkan mesin penangkap karbon untuk menyimpan CO2 dengan aman.
pibitek.biz -Skytree, sebuah startup asal Belanda, baru saja membuka kantor pusat di Toronto, Kanada, dan kantor baru di Nashville, Tennessee. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan insentif pemerintah yang menarik bagi teknologi penangkapan karbon langsung. Max Beaumont, seorang insinyur yang menjadi pengusaha, mendirikan Skytree pada tahun 2014. Sebelumnya, ia bekerja pada teknologi penangkapan karbon untuk Badan Antariksa Eropa. Teknologi yang digunakan Skytree terinspirasi dari alat penyaring karbon yang digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
2 – Sengketa XRP: Pertempuran Hukum yang Tak Kunjung Berakhir 2 – Sengketa XRP: Pertempuran Hukum yang Tak Kunjung Berakhir
3 – Kontroversi Věra Jourová dan Elon Musk 3 – Kontroversi Věra Jourová dan Elon Musk
Skytree mengembangkan mesin penangkap karbon yang berfungsi seperti vacuum cleaner raksasa. Mesin ini menyedot CO2 dari udara dan dapat menyimpannya dengan aman. CO2 yang ditangkap dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan baku untuk bahan kimia yang lebih bersih atau bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan. CEO Rob van Straten menyatakan bahwa Skytree merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang sudah berhasil mengoperasikan unit penangkap karbon di lapangan. Perusahaan ini berkomitmen untuk menawarkan solusi yang ekonomis bagi mitra industri.
Skytree telah menciptakan dua jenis perangkat penangkap karbon. Pertama, Skytree Cumulus, yang mampu menangkap 20 kg CO2 setiap hari. Alat ini ditujukan untuk aplikasi skala kecil, seperti pertanian vertikal dan budidaya ganja. Kedua, unit Stratus yang lebih besar, dapat menangkap hingga 1000 kg CO2 per hari. Unit ini dirancang untuk aplikasi skala industri, seperti rumah kaca besar dan pabrik semen hijau. Skytree juga merencanakan pembangunan "Stratus Hub" di Amsterdam, yang diharapkan dapat menyerap 50.000 ton CO2 per tahun.
Meskipun Skytree menunjukkan kemajuan yang signifikan, ada keraguan mengenai efektivitas teknologi ini dalam jangka panjang. Banyak pihak mempertanyakan apakah penangkapan karbon benar-benar dapat mengatasi masalah perubahan iklim. Beberapa orang merasa bahwa investasi dalam teknologi ini mengalihkan perhatian dari solusi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari proses penangkapan dan penyimpanan karbon. Dalam pandangan skeptis, teknologi ini mungkin hanya menjadi solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar masalah.
Skytree telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan, termasuk Deep Sky dari Kanada dan Fieldless Farms. Perusahaan ini berharap dapat memperluas jangkauannya ke industri makanan dan minuman. Dengan dukungan dari pemerintah dan permintaan yang terus meningkat, Skytree optimis tentang masa depannya. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal penerimaan teknologi ini di pasar yang lebih luas. Perusahaan ini berusaha untuk berkontribusi pada komunitas teknologi iklim di Toronto dan di seluruh dunia.
Skytree berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Dengan pembukaan kantor baru, perusahaan ini berharap dapat memperluas pengaruhnya di pasar Amerika Utara. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, Skytree tetap optimis dalam menghadapi masa depan. Perusahaan ini bertekad untuk menjadi pemimpin dalam teknologi penangkapan karbon. Dengan inovasi dan kemitraan yang kuat, Skytree berusaha untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.