- Pemerintah Amerika Serikat mendorong adopsi RPKI untuk keamanan routing data.
- Gedung Putih mendorong penggunaan bahasa pemrograman yang aman seperti Go dan Rust.
- Upaya keamanan siber memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
pibitek.biz -Pemerintah Amerika Serikat, melalui Gedung Putih, sedang mengintensifkan upaya untuk mengamankan fondasi dunia digital, dengan fokus pada dua aspek penting: routing data di internet dan bahasa pemrograman yang rentan terhadap kesalahan memori. Upaya ini dipimpin oleh Harry Coker, direktur nasional siber Amerika Serikat. Coker menekankan bahwa infrastruktur internet saat ini memiliki kelemahan mendasar dalam hal keamanan. Sistem routing data saat ini, yang dikenal sebagai Border Gateway Protocol (BGP), rentan terhadap manipulasi dan serangan yang dapat mengarahkan lalu lintas internet ke jalur yang tidak diinginkan.
2 – AI Apple: Kekecewaan dan Keterlambatan 2 – AI Apple: Kekecewaan dan Keterlambatan
3 – AI: Ancaman Baru bagi Keamanan Siber 3 – AI: Ancaman Baru bagi Keamanan Siber
Hal ini dapat menyebabkan data dialihkan melalui server yang tidak aman atau bahkan negara lain, menimbulkan risiko keamanan dan privasi yang serius. Sebagai solusi, Gedung Putih mendorong adopsi Resource Public Key Infrastructure (RPKI), sebuah mekanisme keamanan yang dapat memverifikasi jalur routing data dan mencegah manipulasi BGP. Mereka telah menetapkan target ambisius untuk menerapkan RPKI di lebih dari 60% ruang alamat IP milik pemerintah federal pada akhir tahun ini. Namun, Amerika Serikat tertinggal di belakang beberapa negara lain, seperti Eropa, yang telah menerapkan RPKI di sekitar 70% ruang alamat IP mereka.
Coker menekankan perlunya pemerintah federal untuk mempercepat adopsi RPKI guna menutup kesenjangan keamanan dan memastikan keamanan routing data internet. Selain mengamankan routing data, Gedung Putih juga menitikberatkan pada penggunaan bahasa pemrograman yang aman untuk mengurangi risiko kesalahan memori dalam software. Bahasa pemrograman seperti C dan C++ terkenal dengan kerentanannya terhadap kesalahan memori yang dapat dieksploitasi oleh hacker untuk menyerang sistem komputer. Oleh karena itu, Gedung Putih mendorong transisi dari bahasa pemrograman yang rawan kesalahan memori ke bahasa yang lebih aman, seperti Go dan Rust.
Bahasa pemrograman ini dirancang dengan fitur keamanan yang dapat mencegah kesalahan memori dan mengurangi kemungkinan eksploitasi. Upaya ini didorong oleh laporan Microsoft yang menemukan bahwa lebih dari 70% kerentanan software yang dilaporkan pada tahun tertentu terkait dengan kesalahan memori. Transisi ke bahasa pemrograman yang aman merupakan langkah penting untuk meningkatkan keamanan software dan melindungi sistem komputer dari serangan siber. Keamanan internet merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan modern karena internet telah menjadi tulang punggung untuk berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi hingga transaksi keuangan.
Peningkatan keamanan internet akan melindungi informasi pribadi, data keuangan, dan infrastruktur kritis dari serangan siber yang dapat berakibat fatal. Upaya Gedung Putih untuk mengamankan routing data internet dan mempromosikan penggunaan bahasa pemrograman yang aman merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dunia digital. Namun, upaya tersebut perlu dilakukan secara komprehensif dan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas. Kekurangan dalam upaya ini dapat menyebabkan konsekuensi yang serius bagi keamanan nasional dan ekonomi.
Sayangnya, langkah-langkah yang diambil pemerintah belum cukup untuk mengatasi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Pemerintah belum mampu menciptakan sistem keamanan siber yang efektif untuk melindungi infrastruktur penting dan data sensitif. Strategi keamanan siber yang diterapkan pun masih terfragmentasi dan kurang terkoordinasi antar lembaga. Keamanan siber masih menjadi prioritas yang rendah bagi banyak lembaga pemerintah, yang menyebabkan kurangnya investasi dan sumber daya yang memadai.
Kekurangan sumber daya manusia dalam bidang keamanan siber juga merupakan masalah yang serius. Selain itu, ada keengganan yang kuat untuk berinvestasi dalam solusi keamanan siber yang canggih dan efektif. Banyak pihak masih beranggapan bahwa keamanan siber adalah masalah teknis yang dapat diatasi dengan mudah. Padahal, keamanan siber merupakan tantangan yang kompleks yang membutuhkan upaya multidisiplin yang komprehensif. Pemerintah harus meningkatkan prioritas keamanan siber dan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk melindungi infrastruktur penting dan data sensitif.
Selain itu, perlu ada upaya yang lebih terkoordinasi dan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas untuk mengatasi tantangan keamanan siber. Penggunaan bahasa pemrograman yang aman, seperti Go dan Rust, akan mengurangi kerentanan software dan meningkatkan keamanan software secara keseluruhan. Namun, transisi dari bahasa pemrograman yang tidak aman ke bahasa yang aman memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang cukup. Selain itu, transisi ini juga memerlukan perubahan budaya dan praktik dalam industri software.
Terdapat beberapa tantangan dalam mengimplementasikan bahasa pemrograman yang aman. Salah satu tantangan utama adalah kekurangan tenaga kerja yang terampil dalam bahasa pemrograman yang aman. Jumlah pengembang yang berpengalaman dalam bahasa pemrograman seperti Go dan Rust masih terbatas. Tantangan lain adalah biaya migrasi dari bahasa pemrograman yang tidak aman ke bahasa yang aman. Proses ini dapat membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan. Pemerintah harus mendukung pengembangan tenaga kerja yang terampil dalam bahasa pemrograman yang aman dan memberikan insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam bahasa pemrograman yang aman.
Upaya Gedung Putih untuk mengamankan internet merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dunia digital. Namun, upaya ini harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Peningkatan keamanan internet akan membantu melindungi informasi pribadi, data keuangan, dan infrastruktur penting dari serangan siber. Upaya ini memerlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas.