Microsoft dan Apple mundur dari dewan OpenAI. Keputusan ini diambil karena tekanan regulator yang meningkat. Mereka ingin menghindari tuduhan pengaruh yang tidak semestinya.
Tag: OpenAI - Part 10
AI dan Privasi: Mimpi Buruk Konsumen — PrivasiAI dan Privasi: Mimpi Buruk Konsumen — Privasi
AI dan privasi konsumen tidak bisa dipisahkan, tapi beberapa fitur AI jadi mimpi buruk. Perusahaan besar seperti Microsoft dan OpenAI ketahuan tidak menjaga privasi pengguna dengan baik. Pengguna biasa tidak seharusnya menemukan kesalahan keamanan,...
OpenAI Kembangkan Model "CriticGPT" untuk Cari Jawaban Salah ChatGPTOpenAI Kembangkan Model "CriticGPT" untuk Cari Jawaban Salah ChatGPT
OpenAI mengembangkan model "CriticGPT" untuk menemukan kesalahan jawaban ChatGPT. CriticGPT dapat menulis kritik yang menyoroti ketidakakuratan dalam jawaban ChatGPT... [AI|pibitek.biz|Wiw]
Apple Kesulitan di EU: AI Suite Ditunda, App Store Melanggar AturanApple Kesulitan di EU: AI Suite Ditunda, App Store Melanggar Aturan
Apple menunda peluncuran suite AI karena masalah regulasi di EU. Komisi Eropa memperingatkan Apple bahwa App Store-nya melanggar aturan persaingan online. Apple juga menghadapi denda €1,8 miliar karena praktik persaingan tidak adil dalam streaming... {pibitek.biz|AI}
Reddit Blokir Bot untuk Cegah Penggunaan Data AI Tanpa Izin — ChatGPTReddit Blokir Bot untuk Cegah Penggunaan Data AI Tanpa Izin — ChatGPT
Reddit memperbarui protokol robots.txt untuk mencegah penggunaan data AI tanpa izin. Google mengingatkan bahwa ada celah untuk menghindari aturan robots.txt,...
AI untuk Meningkatkan Respons Medis kepada PasienAI untuk Meningkatkan Respons Medis kepada Pasien
Tim – Providence mengembangkan alat AI Generatif untuk memprioritaskan pesan masuk pasien dan membantu asisten medis dalam merespons. Alat AI, Provaria, dapat meninjau pesan dan memastikan bahwa pasien dengan kebutuhan lebih urgent mendapatkan perhatian...
AI Akan Membuat Kita Tidak Tahu Apa yang NyataAI Akan Membuat Kita Tidak Tahu Apa yang Nyata
Jack Dorsey, co-founder dan mantan CEO Twitter, mengatakan bahwa AI akan membuat kita tidak tahu apa yang nyata dan apa yang palsu. Dengan kemampuan AI yang semakin canggih, siapa saja dapat membuat konten palsu yang sangat mirip dengan aslinya. Hal ini membuat kita sulit untuk membedakan mana yang nyata dan {pibitek.biz,Microsoft,Ari}