New York Times Bisa Menang Gugatan Hak Cipta Lawan OpenAI



TL;DR
  • NYT gugat OpenAI karena pakai kontennya.
  • OpenAI klaim fair use, tapi hukum belum pasti.
  • Kasus MP3. Com jadi contoh risiko salin konten.
New York Times Bisa Menang Gugatan Hak Cipta Lawan OpenAI - credit: arstechnica - pibitek.biz - User

credit: arstechnica


336-280

pibitek.biz - The New York Times saat ini tengah menggugat OpenAI terkait penggunaan konten dari surat kabar tersebut dalam sistem AI OpenAI. OpenAI, dalam tanggapannya terhadap gugatan tersebut, menyatakan bahwa melatih model AI dengan menggunakan materi-materi yang tersedia secara publik di internet adalah penggunaan yang wajar (fair use), sebagaimana didukung oleh preseden-preseden yang sudah lama dan secara luas diterima. Namun, OpenAI dan perusahaan-perusahaan AI lainnya tidak sepenuhnya berada di posisi hukum yang kokoh, seperti yang dialami oleh Google dalam kasus pencarian bukunya.

Pengadilan tidak selalu berpihak pada perusahaan teknologi dalam kasus di mana perusahaan-perusahaan tersebut membuat salinan untuk membangun sistem mereka. Cerita MP3.com menggambarkan risiko hukum yang mungkin dihadapi oleh perusahaan-perusahaan AI di masa yang akan datang.

MP3.com adalah startup musik yang merilis layanan streaming musik terdepan pada tahun 2000. Konsepnya adalah pengguna dapat membangun perpustakaan musik online berdasarkan CD yang mereka miliki. Namun, MP3.com mengambil jalan pintas dengan membeli CD dan mengubahnya menjadi file MP3 di server MP3.com.

Ketika pelanggan ingin menambahkan CD ke koleksi mereka, mereka hanya perlu memasukkan CD tersebut ke dalam drive CD-ROM mereka hanya untuk membuktikan kepemilikan. Hal ini akan membuka akses untuk mendengarkan salinan lagu yang sudah ada di server MP3.com.

Menurut pendiri MP3.com, Michael Robertson, mereka memandangnya sebagai algoritma kompresi. Mereka hanya memungkinkan pengguna mendengarkan CD yang sudah mereka miliki, bukan memberikan sesuatu yang tidak mereka miliki sebelumnya.

MP3.com juga bermitra dengan pengecer CD online untuk memungkinkan pemutaran musik secara instan setelah pembelian CD. Namun, saat industri rekaman menggugat, MP3.com berargumen bahwa semua ini diizinkan oleh doktrin penggunaan wajar (fair use) dalam hak cipta. Mahkamah Agung sebelumnya telah memutuskan bahwa penggunaan VCR untuk "shift time" acara televisi adalah penggunaan wajar. Dan pengadilan banding baru-baru ini juga mengizinkan "space shifting" musik dari CD ke pemutar MP3.

Jadi mengapa tidak boleh ada perusahaan yang membantu pelanggan "space shift" musik yang mereka beli secara legal melalui internet? Namun, seorang hakim federal di New York tidak setuju. "Terdakwa membeli puluhan ribu CD populer yang hak ciptanya dimiliki oleh para penggugat, dan, tanpa izin, menyalin rekaman mereka ke server komputer mereka", tulis Hakim Jed Rakoff dalam keputusan yang tidak menguntungkan bagi MP3.com.