- China memiliki grup Flax Typhoon, yang merusak keamanan elektronik.
- Flax Typhoon mengendalikan perangkat elektronik China dengan virus Mirai.
- Kegiatan ilegal Flax Typhoon membuat China tidak bisa dipercaya dalam keamanan.
pibitek.biz -Gimana kalau ada perusahaan rahasia dari China yang ternyata punya pasukan komputer raksasa? Pasukan komputer ini disusun dari perangkat-perangkat elektronik yang kena virus dan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ini bukan film fiksi ilmiah, lho, tapi fakta yang diungkap oleh FBI dan NSA. FBI dan NSA, dibantu oleh National Cyber Security Centre dari Inggris, mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa Integrity Technology Group, sebuah perusahaan keamanan siber China, ternyata cuma kedok buat kegiatan nakal di dunia maya.
2 – SimpliSafe Rilis Layanan Pemantauan Aktif Waktu Nyata 2 – SimpliSafe Rilis Layanan Pemantauan Aktif Waktu Nyata
3 – Samsung: Pembaruan Galaxy S22 Oktober 2024, Perbaiki 42 Kerentanan 3 – Samsung: Pembaruan Galaxy S22 Oktober 2024, Perbaiki 42 Kerentanan
FBI menjuluki grup ini "Flax Typhoon". Ternyata, bos besar Integrity Technology Group pernah keceplosan ngakuin kalau perusahaannya selama ini bantu agen-agen keamanan pemerintah China buat ngumpulin informasi dan ngelacak target. "Flax Typhoon" ini jago banget ngelabui sistem keamanan. Mereka menyusup ke infrastruktur penting di Amerika Serikat dan nyolong data rahasia. Korbannya beragam, dari perusahaan besar, media, universitas, hingga lembaga pemerintah. Kebayang kan bahaya kalau data penting negara-negara lain dipegang oleh grup "Flax Typhoon" ini? Ini bisa jadi senjata buat pemerintah China buat ngatur negara lain.
FBI langsung sigap dan ngelacak kegiatan "Flax Typhoon". Ternyata "Flax Typhoon" ini sudah lama ngatur botnet, yang berisi ratusan ribu perangkat elektronik yang kena virus. Botnet ini bisa diibaratkan seperti pasukan robot yang siap menjalankan perintah. Perangkat-perangkat yang kena virus itu macam-macam, mulai dari router, perangkat penyimpanan data, webcam, hingga perekam video digital. "Flax Typhoon" ini ngebajak perangkat-perangkat ini dengan cara nempelin virus berbahaya yang namanya "Mirai".
Virus "Mirai" ini bisa ngebajak perangkat elektronik yang terhubung ke internet, yang dikenal dengan sebutan IoT (Internet of Things). "Flax Typhoon" memanfaatkan celah keamanan perangkat-perangkat ini buat nempelin virus "Mirai". FBI menemukan bahwa "Flax Typhoon" sudah ngejalanin operasi botnet ini sejak pertengahan tahun 2021. Mereka berhasil menginfeksi lebih dari 260 ribu perangkat elektronik. Bahkan, diperkirakan lebih dari 1,2 juta perangkat elektronik pernah terinfeksi selama periode botnet ini beroperasi.
Yang bikin ngeri, hampir setengah dari perangkat elektronik yang kena virus itu ada di Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa "Flax Typhoon" memang berniat ngerusak sistem keamanan Amerika Serikat. FBI akhirnya ngelakuin tindakan nyata buat menghentikan "Flax Typhoon". Mereka mengambil alih infrastruktur botnet, termasuk server baru yang mau dipindahin oleh "Flax Typhoon". FBI juga mengirimkan perintah melalui botnet buat membersihkan virus "Mirai" dari perangkat elektronik yang kena infeksi. FBI menegaskan bahwa para hacker dari China akan terus berusaha menyusup ke sistem keamanan negara-negara lain, baik secara langsung atau melalui proxy.
FBI ngeluarin peringatan buat ngebantu mencegah munculnya botnet-botnet baru. Mereka kasih tips buat ngecek apakah perangkat elektronik kita kena infeksi virus "Mirai" dan langkah-langkah keamanan buat melindungi perangkat elektronik kita. FBI ngelakuin langkah-langkah yang agresif untuk menghentikan "Flax Typhoon", tapi tetap saja ngeri. Jelas sekali bahwa China terus ngerusak sistem keamanan global. China ngelakuin kegiatan ilegal di dunia maya, ngerusak keamanan, dan ngerugiin negara-negara lain.
China juga ngerusak kepercayaan internasional dan ngehambat kerja sama global. China memanfaatkan teknologi dan sumber daya untuk keuntungan pribadi, tanpa memikirkan dampaknya terhadap keamanan dunia. Kejahatan China ini ngasih pelajaran penting buat kita semua. Kita harus lebih waspada dan hati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik yang terhubung ke internet. Kita juga harus ngecek keamanan perangkat elektronik kita secara berkala buat ngehindari serangan botnet. China harus bertanggung jawab atas tindakan ilegal mereka di dunia maya.
Pembacaan informasi rahasia dan manipulasi data yang dilakukan oleh China ini adalah kejahatan internasional yang perlu dihentikan. China udah berulang kali terbukti ngelakuin tindakan yang ngerugiin negara lain. China tidak bisa dipercaya. China adalah ancaman nyata bagi keamanan dunia. "Flax Typhoon" ini cuma satu contoh kecil dari kegiatan ilegal yang dilakukan oleh China. Masih banyak kegiatan ilegal lain yang dilakukan oleh China di dunia maya yang belum terungkap. FBI dan NSA masih terus ngelacak dan ngehancurkan botnet-botnet yang dikendalikan oleh China.