Amerika Kunci Pintu Buat Mobil Listrik China



Amerika Kunci Pintu Buat Mobil Listrik China - credit: wired - pibitek.biz - Hardware

credit: wired


336-280
TL;DR
  • AS melarang mobil China masuk pasar Amerika karena khawatir keamanan nasional.
  • Mobil China dapat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan mencuri data sensitif.
  • Aturan baru AS akan membuat mobil listrik China sulit menembus pasar Amerika.

pibitek.biz -Amerika sedang gencar-gencarnya menerapkan kebijakan proteksionis. Setelah menaikkan tarif impor mobil listrik China pada bulan lalu, kini mereka bersiap untuk menutup pintu sepenuhnya bagi mobil-mobil produksi China untuk memasuki pasar Amerika. Langkah yang diambil AS ini terbilang berani dan cukup mengagetkan dunia otomotif. Mereka tidak tanggung-tanggung, langsung melarang masuknya beberapa komponen dan software mobil yang dibuat di China dan Rusia ke wilayah negaranya. Aturan ini siap diberlakukan mulai tahun 2026, dan diyakini akan memberikan pukulan telak bagi produsen mobil China yang ingin menguasai pasar Amerika.

Alasan di balik langkah tegas ini bukan semata-mata untuk melindungi industri otomotif dalam negeri, melainkan juga untuk menjaga keamanan nasional. Pasalnya, mobil-mobil modern saat ini dilengkapi dengan beragam teknologi canggih yang terhubung dengan internet, mulai dari kamera, mikrofon, hingga sistem GPS. Bayangkan jika teknologi-teknologi tersebut jatuh ke tangan yang salah, seperti hacker atau musuh negara, bisa dipastikan akan terjadi kekacauan. Pemerintah AS khawatir bahwa mobil-mobil China dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga data-data sensitif yang tersimpan di dalamnya dapat dicuri dan digunakan untuk merusak keamanan negara.

Selain ancaman terhadap keamanan nasional, pemerintah AS juga mencemaskan persaingan bisnis yang tidak sehat. Mobil-mobil China, yang terkenal dengan harga jualnya yang relatif murah, sedang gencar-gencarnya menyapa pasar internasional. Tahun ini saja, ekspor mobil China telah melonjak lebih dari 30%, menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa di pasar global. AS dan Eropa sudah mulai merasakan dampak positif dari mobil-mobil China. Mereka khawatir bahwa pasar otomotif mereka akan dikuasai oleh produsen mobil China jika tidak segera mengambil tindakan.

Oleh karena itu, mereka berlomba-lomba untuk menciptakan hambatan bagi mobil-mobil China agar sulit masuk ke wilayah mereka. Meskipun demikian, produsen mobil China tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berupaya untuk memperluas jaringan penjualan mereka dengan membangun pabrik-pabrik baru di berbagai negara, seperti Eropa Timur, Afrika, dan Meksiko. Dengan demikian, mereka tetap memiliki akses untuk memasok mobil buatan mereka ke AS melalui jalur-jalur alternatif. Namun, aturan baru yang akan diterapkan AS ini lebih berfokus pada keamanan, bukan persaingan bisnis.

Pemerintah AS takut bahwa mobil-mobil China bisa dibajak dan dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bayangkan saja jika mobil-mobil China tiba-tiba berhenti di tengah jalan atau malah berbelok ke arah yang tidak semestinya akibat dikontrol oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa dipastikan akan terjadi kekacauan di jalanan. Untungnya, mobil-mobil China dan Rusia masih jarang ditemukan di pasaran AS. Sehingga, belum ada ancaman nyata yang mengancam keamanan di jalanan Amerika.

Aturan baru ini lebih bersifat pencegahan, untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi di masa depan. Aturan baru ini tidak hanya berlaku untuk mobil listrik, melainkan untuk semua mobil yang terhubung ke internet. Artinya, mobil-mobil China dengan teknologi canggih yang terkoneksi internet, akan semakin sulit untuk menembus pasar Amerika. Para ahli memprediksi bahwa aturan ini akan menjadi "vonis mati" bagi mobil listrik China, sehingga peluang untuk melihat mobil listrik China di pasaran AS dalam waktu dekat sangat tipis.

Aturan baru ini masih dalam tahap diskusi, dan pemerintah AS akan menerapkannya secara bertahap. Aturan ini baru berlaku untuk mobil produksi tahun 2027, dan akan diterapkan sepenuhnya pada tahun 2030. Industri otomotif AS sangat mendukung aturan ini. Mereka beranggapan bahwa aturan ini penting untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah ancaman dari luar. Meskipun demikian, beberapa perusahaan juga khawatir bahwa aturan ini akan membuat mereka kesulitan mencari pemasok komponen yang sesuai. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan China yang selama ini menjadi pemasok komponen penting bagi industri otomotif di AS.

Perusahaan-perusahaan teknologi China, seperti Huawei, Tencent, Baidu, BYD, dan Geely, telah menginvestasikan banyak modal untuk mengembangkan software dan hardware bagi mobil otonom. Namun, produk-produk mereka baru dipasarkan di China. Dengan diberlakukannya aturan baru ini, kemungkinan besar produk-produk mereka akan sulit menembus pasar Amerika. Aturan baru ini menjadi bukti bahwa AS semakin agresif dalam menekan teknologi China. Mereka telah menerapkan langkah serupa terhadap perusahaan teknologi China lainnya, seperti Huawei dan ZTE, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

AS juga telah mengeluarkan aturan untuk memblokir TikTok, aplikasi media sosial asal China, dari masuk ke wilayah negaranya. AS beranggapan bahwa teknologi China mengancam keamanan nasional mereka, dan harus dihambat agar tidak meluas di negaranya. Aturan baru ini dapat diartikan sebagai langkah AS untuk mengendalikan arus masuk teknologi China ke negaranya. AS seakan-akan sedang membangun tembok pembatas untuk melindungi industri dalam negeri dan menjaga keamanan nasional. Hal ini memicu persaingan yang semakin panas antara AS dan China, bukan hanya di sektor otomotif, tetapi juga di sektor teknologi secara keseluruhan.

China tidak akan tinggal diam dan akan mencari cara untuk menghadapi tekanan dari AS. Mereka mungkin akan mencari cara baru untuk memasok mobil mereka ke AS, atau bahkan mengembangkan mobil yang tidak terkoneksi internet. Mereka juga mungkin akan melakukan langkah-langkah yang lebih drastis untuk melawan kebijakan proteksionis AS. Yang pasti, persaingan antara AS dan China di dunia otomotif dan teknologi semakin memanas. Hanya waktu yang akan menjawab siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan sengit ini.