- Baosteel tambah investasi di pabrik baja Arab Saudi, duitnya dipakai buat beli saham, jadi punya saham lebih banyak.
- Pabrik ini nanti bikin baja ramah lingkungan, pake gas alam dan listrik, emisi karbon dioksida berkurang.
- Proyek ini bagus buat hubungan ekonomi Arab Saudi dan Tiongkok, karena mereka mau kerja bareng bangun pabrik baja.
pibitek.biz -Baosteel, raksasa baja milik negara Tiongkok, bakal menambah investasi di perusahaan patungan (joint venture) pabrik baja bersama Saudi Aramco dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Rencananya, Baosteel bakal menggelontorkan USD 1 miliar untuk memegang 50 persen saham di perusahaan patungan tersebut. Sementara itu, Saudi Aramco dan PIF masing-masing akan menyuntikkan USD 500 juta untuk mendapatkan 25 persen saham.
2 – Sengketa XRP: Pertempuran Hukum yang Tak Kunjung Berakhir 2 – Sengketa XRP: Pertempuran Hukum yang Tak Kunjung Berakhir
3 – Penggunaan ChatGPT oleh Aktor Jahat untuk Pengaruh Pemilu 3 – Penggunaan ChatGPT oleh Aktor Jahat untuk Pengaruh Pemilu
Awalnya, Baosteel hanya berencana menggelontorkan USD 437,5 juta. Begitu pula Saudi Aramco dan PIF yang masing-masing hanya berencana menanamkan modal sebesar SAR 8,2 triliun (USD 218,3 juta). Dengan penambahan investasi ini, Baosteel akan menguasai saham lebih besar di perusahaan patungan itu.
Perusahaan patungan ini bakal membangun kompleks manufaktur baja terintegrasi di Arab Saudi. Kompleks pabrik baja ini ditargetkan mampu memproduksi 2,5 juta ton besi reduksi langsung, hampir 1,7 juta ton baja, dan 1,5 juta ton pelat baja per tahun. Produk-produk baja tersebut akan dipasarkan ke Timur Tengah dan Afrika Utara, khususnya untuk kebutuhan industri minyak dan gas, pembuatan kapal, teknik maritim, dan konstruksi.
Kompleks pabrik baja ini akan menjadi proyek baja pertama Baosteel di luar negeri yang menggunakan proses ramah lingkungan. Pabrik ini akan menggunakan tungku reduksi besi langsung berbahan bakar gas alam dan tungku busur listrik untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) selama proses produksi baja. Emisi CO2 akan berkurang lebih dari 60 persen dibandingkan dengan tungku ledak tradisional.
Pabrik baja ini juga bisa menggunakan hidrogen untuk mengurangi emisi CO2 hingga 90 persen. Proyek ini selaras dengan program pemerintah Saudi Vision 2030 dan Belt and Road Initiative. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertukaran ekonomi antara Arab Saudi dan Tiongkok.
Baosteel mengumumkan peningkatan investasi di perusahaan patungan bersama Saudi Aramco dan PIF dua hari setelah mengumumkan pembelian saham Nippon Steel di Baosteel-Nippon Steel Automotive Steel Sheets (BNA). Baosteel-Nippon Steel Automotive Steel Sheets (BNA) merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh Baosteel, Nippon Steel, dan ArcelorMittal pada tahun 2004. Nippon Steel sebelumnya sudah membeli seluruh saham ArcelorMittal di BNA pada tahun 2011.
BNA mampu memproduksi 900.000 ton lembaran baja cold-roll dan 1,3 juta ton lembaran baja galvanis per tahun. Saudi Aramco merupakan salah satu produsen dan penyuling minyak terbesar di dunia. Saudi Aramco juga menjadi pemasok minyak mentah penting bagi Tiongkok dan merupakan pelanggan strategis Baosteel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi Aramco cukup aktif di pasar Tiongkok. Misalnya, Saudi Aramco mendirikan perusahaan patungan dengan China North Industries dan Sincen Industrial Group untuk membangun fasilitas terpadu kilang minyak dan kimia berskala besar. Saudi Aramco juga berencana untuk membeli 10 persen saham Rongsheng Petrochemical, perusahaan kilang minyak dan kimia yang terdaftar di Tiongkok.