AI Generatif, Antara Antusiasme dan Ketidakpastian



TL;DR
  • AI Generatif bikin pemimpin teknologi heboh.
  • Ada yang optimis, ada yang skeptis, ada yang bingung.
  • Startup lebih fleksibel, perusahaan besar lebih hati-hati.
AI Generatif, Antara Antusiasme dan Ketidakpastian - credit to: geekwire - pibitek.biz - Internet

credit to: geekwire


336-280

pibitek.biz - AI Generatif sedang naik daun di kalangan pemimpin teknologi. Mereka yakin teknologi ini akan membawa perubahan besar. Tapi, mereka juga belum tahu pasti nilai dan dampaknya bagi bisnis. Salah satu yang optimis adalah Rathi Murthy, CTO Expedia Group. Dia bilang AI Generatif itu seperti internet baru. Semua orang penasaran, tapi belum tahu mau ngapain.

Expedia sendiri sudah pakai AI Generatif buat berbagai hal. Misalnya, bikin alat bantu perencanaan perjalanan ChatGPT. Atau, tingkatkan kemampuan pencarian dan ulasan.

Murthy ngomong gini di acara diskusi pemimpin teknologi minggu lalu. Acaranya diadakan oleh Harvard Business School Club of Seattle. Selain Murthy, ada juga Matt Oppenheimer, CEO Remitly; Dave Cotter, veteran startup; dan Anthony Diamond, pemimpin proyek baru di Pioneer Square Labs.

Moderatornya adalah Beverly Anderson, CEO BECU. AI Generatif memang lagi jadi topik hangat. Bulan Agustus lalu, teknologi ini masuk ke bagian "Puncak Ekspektasi Berlebihan" di grafik Siklus Hype Gartner.

Adam Selipsky, bos Amazon Web Services, sampe bandingin situasi sekarang sama gelembung dot-com. Perusahaan-perusahaan besar dan kecil lagi bingung. Mau investasi berapa banyak buat teknologi baru ini.

Gartner bilang, teknologi di Siklus Hype ini masih awal. Jadi, perkembangannya belum jelas. Risikonya besar, tapi manfaatnya juga bisa besar buat yang berani coba.

Oppenheimer punya pandangan beda. Dia bilang, teknologi yang gak berdasar pada masalah pelanggan bisa bikin gelembung. Dia pernah lihat ini pas naik turunnya mata uang kripto.

Remitly, perusahaannya, bergerak di bidang pengiriman uang digital. Jadi, dia perhatiin banget perkembangan kripto. Oppenheimer bilang, pas kripto muncul, dia ragu ada substansinya.

Tapi, sama AI, dia yakin banget. Banyak banget masalah yang bisa diselesain sama AI. Dia contohin, AI Generatif bisa bantu otomatisasi layanan pelanggan. Atau, bantu cegah penipuan. Teknologi memang selalu berkembang. Tapi, AI Generatif beda.

Perkembangannya cepet banget. Cotter bilang, ini bikin dia kaget. Murthy setuju. Dia bilang, tantangannya adalah bisa inovasi terus, tapi tetap stabil. Dia ibaratkan, ini kayak ganti ban mobil pas lagi jalan. Di sini, startup punya keunggulan.

Mereka bisa gerak lebih cepet buat adopsi AI Generatif. Perusahaan besar kadang lebih hati-hati. Apalagi, soal pengalaman pelanggan. Anderson bilang, kepercayaan dan merek yang udah dibangun bisa ilang gara-gara salah langkah. Murthy, yang bantu transformasi teknologi di Expedia, bilang, ada beberapa bagian perusahaan yang lebih siap buat eksperimen. Tapi, tetap harus hati-hati.